oleh

Kementerian Dalam Negeri Yakin Pilkada Akan Berjalan Aman

Kementerian Dalam Negeri Yakin Pilkada Akan Berjalan Aman

Bulatin.com – Presiden Joko Widodo secara resmi sudah menerbitkan Ketentuan Presiden (Keppres) Nomer 15 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018 sebagai Hari Libur Nasional.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Bahtiar mengatakan, libur nasional yang ditetapkan pemerintah pada hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dilakukan dalam rangka tingkatkan angkat partisipasi pemilih. Libur nasional ini berlaku pada tanggal 27 Juni 2018.

” Memperhatikan Pilkada Tahun 2015 dan Pilkada Tahun 2017 itu memang ada Keputusan Presiden yang menyebutkan sebagai Hari Libur Nasional, karena di Undang-Undang juga mengatur begitu Pilkada itu hari libur atau hari yang diliburkan, ” katanya melalui pesan singkat, Selasa (26/6).

Dia menuturkan, keputusan hari pencoblosan sebagai hari libur nasional dikerjakan supaya masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon kepala daerah sesuai dengan aspirasinya. Bahtiar mencontohkan jutaan masyarakat Jawa Barat, baik di Depok, Bogor hingga Bekasi yang bekerja di Jakarta.

” Bayangkan bila tanggal 27 Juni dia tidak diliburkan, bagaimana dia? Pagi dia harus bekerja ke Jakarta kan waktunya terbatas. Bila keluar masuk ke Jakarta kan paling tidak perlu waktu 3 sampai 5 jam. Saya kira tujuannya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, ” tuturnya.

Keputusan hari pencoblosan sebagai Hari Libur Nasional ini dapat dilakukan pemerintah pada Pilkada 2015 dan Pilkada 2017 lalu . Yakni atas pertimbangan/masukan Kemendagri KPU dan Bawaslu yang setelah itu diusulkan ke Presiden.

Kemendagri sendiri yakin Pilkada Serentak 2018 akan berjalan lebih baik dari Pilkada 2015 dan Pilkada 2017. Belajar dari Pilkada serentak sebelumnya, pada pesta demokrasi 2018 penyelenggara sudah melakukan beragam persiapan secara matang.
Koordinasi juga selalu dikerjakan dengan aparat keamanan termasuk juga menggalang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, agama dan seterusnya guna menciptakan cipta kondisi dan iklim yang kondusif di daerah yang yang akan menggelar Pilkada.

” Kita percaya tanggal 27 itu berjalan lancar, tertib, aman, ” tutup Bahtiar.