oleh

Mekeng Menantang Setnov Buktikan Soal Tudingan Menerima Uang Elektronik KTP

Mekeng Menantang Setnov Buktikan Soal Tudingan Menerima Uang Elektronik KTP

Bulatin.com Bekas Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan masalah proyek e-KTP belumlah selesai. Karenanya, dia minta agar KPK menginvestigasi bekas Ketua Tubuh Biaya, Melchias Markus Mekeng dalam skandal proyek sejumlah Rp5,8 triliun itu.

Politisi Golkar, Melchias Markus Mekeng mengakui tidak terganggu dengan tuduhan itu. Karena, tidak ada bukti yang kuat atas tuduhan tersebut

“Semakin lama dia (Novanto) hilang ingatan sendiri. Ngapain terganggu. Jika orang waras tidak akan demikian,” kata Mekeng di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam 20 September 2018.

Ia malah berprasangka buruk Novanto ingin terima ketetapan untuk membayar US$7,3 juta. Ia menanyakan mengapa hal tersebut malah dilimpahkan pada seorang lain.

“Jika dia katakan berikan, kapan diserahkan, dimana diserahkan memiliki bentuk bagaimana, mesti dia tunjukkan kan hukum. Kelak semakin lama dia hilang ingatan sendiri nyebut-nyebut tidak ada ini,” kata Mekeng.

Menurut dia, Novanto bisa saja menuduh seribu kali. Tetapi jika tidak ada bukti jadi sama juga dengan pepesan kosong.

“Biarlah saja dahulu pada waktunya, pada waktunya. Ini negara hukum kok tidak ada yang kebal,” kata Mekeng.

Awal mulanya, Novanto mengakui menyerahkan uang pada beberapa anggota DPR. Salah satunya Chairuman Harahap US$500 ribu, M Jafar Hafsah US$100 ribu, serta Ade Komarudin US$700 ribu. Lantas, Agun Gunandjar Sudarsa US$1 juta, Melchias Markus Mekeng serta Markus Nari semasing US$500 ribu.