by

Ulama MUI Tangerang Beri Dukungan Kepada Ma’ruf Amin Jadi Cawapres

Ulama MUI Tangerang Beri Dukungan Kepada Ma’ruf Amin Jadi Cawapres

Bulatin.com Beberapa ulama yang ada di lokasi Tangerang, ikut ikut serta jadi team sukses atau Team Kampanye Nasional atau TKN Konsolidasi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’aruf Amin.

Bahkan juga, salah satunya adalah pengurus aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang, seperti Ketua MUI Tangerang, KH. Edi Junaedi yang menjabat menjadi dewan penasihat team sukses calon petahana di Tangerang atau anggota MUI lainnya, KH. Bunyamin serta H. Sadjiran Tarmidzi.

Beberapa tokoh agama itu, nanti akan menolong team sukses untuk mendulang nada sampai 70 % kemenangan pada calon petahana Joko Widodo dengan pasangannya yang disebut Ketua MUI itu.

“Mereka ini ikut serta pribadi, bukan organisasi, sebab dengan organisasi tentu saja dilarang. Menjadi, mereka ini sadar akan kapasitas pak Jokowi serta mensupport ayah untuk pimpin Indonesia saat dua periode,” kata Dewan Pengarah TKN Tangerang, Gatot Wibowo, Rabu 19 September 2018.

Politisi partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan, pihaknya telah lakukan pengaturan serta komunikasi dengan cara langsung dengan beberapa tokoh agama di MUI untuk mensupport petahana.

Tidak cuma itu, keterlibatan beberapa tokoh agama ini dipercaya juga akan mendulang nada di angka 70 % dari ketentuan daftar pemilih masih lokasi Tangerang.

“Dengan peranan ulama dan, jumlahnya konsolidasi dari partai yang ada kita meyakini akan terdapatnya keberhasilan petahana di Tangerang ditambah, kita juga menggandeng H. Marsudi Haryo Putro,” katanya.

Marsudi sendiri adalah, orang-tua dari Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, dimana sang putra ke empat itu adalah kader dari Partai Demokrat.

“Walau kita ketahui ayah serta anak ini berlainan, tetapi tentu saja bisa didapati, karenanya ada pemilik dari rumah sakit ini akan menolong kita memenangi petahana,” klaimnya.

Selain itu, dalam keterlibatan anggota MUI dalam timses, Ketua MUI Tangerang, Edi Junaedi mengklaim akan tidak mencampurkan adukan masalah politik dalam pekerjaan keagamaannnya.

“Ini dengan pribadi, sebab dengan institusi tidak bisa,” secara singkat.