oleh

1.500 Ibu di Filipina Ikut Aksi Menyusui Massal

Bulatin.com Ratusan ibu di Filipina berpartisipasi dalam kegiatan massal pemberian ASI pada akhir pekan lalu. Agenda yang didukung oleh pemerintah setempat itu bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya merawat anak secara langsung, guna memerangi angka kematian balita akibat salah asuh di negara itu.

Dikutip dari Time.com pada Senin (6/8/2018), acara tahunan tersebut berhasil menarik lebih dari 1.500 orang wanita, untuk berkumpul bersama membawa anak balitanya masing-masing ke sebuah stadion di pusat kota Manila.

Secara bersama-sama, para ibu tidak ragu memperlihatkan payudaranya untuk menyusui sang buah hati di ruang publik, seraya mendukung kampanye pemerintah Filipina, yang mendorong wanita mengurangi pemberian susu formula pada bayi mereka.

“Ini adalah momen yang memberdayakan,” kata Joyce Balido (29), seorang ibu yang baru melahirkan kepada kantor berita AFP.

“Pada awalnya sangat sulit untuk mengumpulkan pasokan ASI. Saya sampai selalu kelaparan dibuatnya. Namun saya berkomitmen memberikan putri saya ASI secara eksklusif,” lanjutnya mantap.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Dana Anak-Anak pada PBB (UNICEF) merekomendasikan agar bayi disusui dalam satu jam pertama saat kelahiran, dan berlanjut pada program eksklusif selama enam bulan sesudahnya.

Namun menurut dua laporan PBB tahun ini, disebutkan bahwa tiga dari lima bayi secara global tidak disusui lebih awal, yang menempatkan mereka pada risiko lebih tinggi terhadap penyakit dan kematian, lapor AFP.

Ditambahkan oleh data WHO, bahwa dari setiap 1.000 anak, dua puluh tujuh meninggal sebelum usia lima tahun di Filipina pada tahun 2016.

ASI Mencegah Alergi

Sementara itu, komposisi unik dalam air susu ibu (ASI) bisa mencegah alergi makanan pada bayi di masa depan. sebuah manfaat yang tidak ditemukan di susu formula manapun.

Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian oleh Children’s Hospital Research Institute of Manutiba, Kanada, yang dipimpin oleh Meghan Azad.

“Kami menemukan bahwa ibu yang memiliki kandungan gula tertentu dalam ASI memiliki bayi yang cenderung tidak memiliki sensitivitas makanan,” kata Azad dikutip dari Global News Canada.

“Ini benar-benar menarik, karena kita tahu bahwa jumlah alergi telah meningkat lebih banyak dari tahun lalu,” tambahnya.

Walaupun begitu, dalam penelitian juga memperlihatkan bahwa tidak semua bayi yang diberi ASI memiliki risiko alergi lebih rendah.

“Jadi kami selalu bertanya-tanya mengapa ini tidak konsisten dan salah satu alasannya mungkin karena beberapa ibu memiliki komposisi yang berbeda dalam ASI mereka,” ujar Azad.