Site icon BULATIN

Ancam Ibunya Dengan Parang Saat Minta Uang

Ancam Ibunya Dengan Parang Saat Minta Uang

Ancam Ibunya Dengan Parang Saat Minta Uang

Bulatin.com – Dika (21) pemuda pengangguran yang tinggal di Sindang Sari, Sambutan, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, diamankan polisi. Dia mengamuk serta meneror membunuh ibunya karena tidak diberi uang membeli sabu. Dika saat ini direhab di Pusat Rehabilitasi Ketergantungan Narkotika di Samarinda.
Momen itu berlangsung Jumat pagi jam 09. 00 Wita. Warga mendengar Dika berteriak dari dalam rumahnya serta meneror membunuh ibu kandungnya. Teriakan itu, menarik perhatian warga sekitaran.
” Petugas Bhabinkamtibmas (Aiptu Adnan) yang terima informasi awal, ada warga Sindang Sari, ada warga mengamuk, minta uang tidak dikasih ibunya. Petugas segera check kesana, ” kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan, dikonfirmasi merdeka. com, Jumat (26/1).
Petugas yang tiba dirumah Dika, sedikit terperanjat. Dika yang belakangan di ketahui ketergantungan obat itu tampak memegang parang. ” Keadaannya sakau, minta uang untuk beli barang (sabu) tidak diberi ibunya, ” tutur Danovan.
Ibunya cemas bukan main. Sebab, ibu serta warga sekitaran mengkhawatirkan Dika, yang cuma lulusan SMP itu jadi gelap mata, serta berbuat nekat.
” Dia (Dika) bawa parang ingin menghabisi ibunya. Bila bawa parang itu kan indikasinya beda, ” tambah Danovan.
Usaha pendekatan persuasif Bhabinkamtibmas dengan Babinsa TNI AD berbuntut Dika diamankan tanpa ada yang terluka. ” Tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan (Dika), ” jelas Danovan.
Merdeka. com memperoleh informasi, Dika diamankan di Mapolsekta Samarinda Ilir, di Jalan Bhayangkara. Waktu dicek, Dika telah dibawa petugas BNN ke pusat rehabilitasi BNN Tanah Merah, di poros jalan Samarinda-Bontang.
” Benar, saat ini dia melakukan pemeriksaan dahulu di BNN. Karna butuh digali dahulu keterangannya masalah pemakaian narkoba itu. Barang bukti parang juga telah kita amankan, ” sekian Danovan.
Exit mobile version