by

Bangkai Paus Terdampar Di Perairan Aceh Timur

Bangkai Paus Terdampar Di Perairan Aceh Timur

Bulatin.com –¬†Paus sperma mati terdampar di Pantai Kuala Bagok, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (16/6). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh masih lakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo menyebutkan, tim BKSDA Aceh berbarengan pihak terkait akan mengunjungi kembali lokasi bangkai paus di Pantai Kuala Bagok, untuk mengambil langkah selanjutnya.

” Sebaiknya bangkai paus itu dikuburkan atau ditenggelamkan, ” tuturnya.

Menurutnya, akibat tidak dikuburkan sejak terdampar, saat ini bau bangkai paus sperma tersebut makin menyengat. Bahkan tiap-tiap pengunjung yang datang sudah mulai tercium bau busuk radius 1 kilometer sebelum sampai di lokasi.

” Di lapangan kita akan menindaklanjuti seraya melakukan koordinasi dengan Pemkab setempat dan masyarakat untuk sama-sama dilakukan penguburan, ” tutur Sapto.

Paus sperma dengan bobot 13, 5 ton yang ditemukan mati terdampar di pinggir pantai Desa Baroh Bugeng Bagok, delapan hari lalu, saat ini masih dibiarkan membusuk.

Razali, warga setempat menghawatirkan, bila bangkai paus itu tidak dikuburkan maka akan mengganggu aktifitas petani tambak dan mengancam kesehatan warga.

Oleh karena itu, diharapkan pemerintah melalui BKSDA Aceh segera menguburkan bangkai paus sperma itu.

” Jarak pada bangkai paus dengan tambak cuma 30 meter. Jika air laut pasang otomatis airnya akan masuk ke tambak dan akan menjadi wabah penyakit pada budidaya tambak seperti ikan dan udang, ” tambah Razali.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Timur, Indra Kusmera waktu dikonfirmasi justru mendesak petugas BKSDA Aceh selekasnya menguburkan bangkai paus sperma yang masih terdampar di pantai itu.

” Saat sebelum paus sperma ini dikuburkan, sayogianya diambil sampel dari organnya untuk dilakukan uji laboratorium, sehingga hasilnya nanti akan di ketahui publik penyebab kematian paus, terlebih di bagian punggung paus itu juga tampak luka berukuran 1X1 meter yang kabarnya telah ada sejak hari pertama terdampar, ” tutur Indra Kusmera.