by

Berbagai Dokter Diterbangkan Lagi ke Sulawesi Tengah

Berbagai Dokter Diterbangkan Lagi ke Sulawesi Tengah

Bulatin.com Pertolongan medis ke korban musibah alam gempa bumi serta tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, selalu makin bertambah. Kesempatan ini, pertolongan medis ada dari Sumatera Selatan.

Team Kesehatan Sriwijaya Sumatera Selatan sejumlah 16 orang diberangkatkan ke arah Kota Palu pada Minggu, 7 Oktober 2018. Team ini adalah gabungan dari beberapa lembaga.

“Ada 16 orang team medis yang kita berangkatkan. Team ini terbagi dalam dokter spesialis bedah syaraf, orthopedi, digestif, anestesi, obgyn, CSSD, obsgin, pakar gizi, perawat serta apoteker,” papar Direktur Utama RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Muhammad Syahril SpP MPH.

Selain dari RSUP dr Mohammad Hoesin, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya ikut mengirim utusan. Termasuk juga Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Cabang Palembang, IDI Lokasi Sumatera Selatan, RS Rivai Abdullah serta Ikatan Alumni atau IKA Unsri.

Menurut Syahril, sebelum ke arah Palu, team akan terlebih dulu ke arah Makassar. Disana, mereka akan masuk dengan team Kementerian Kesehatan serta TNI AD lainnya. Setelah itu team diberangkatkan ke Palu untuk bekerja di RS Undata.

Ia mengharap, pertolongan team kesehatan yang di kirim bisa mengurangi beban masyarakat Palu serta Donggala. Misi kesehatan yang diemban team ini ialah misi yang mulia, tetapi masih mengawasi kesehatan semasing.

“Ini adalah team medis gelombang kedua yang di kirim ke Palu. Pada 3 Oktober 2018, team medis gelombang pertama telah di kirim serta sekarang ini sudah mengatasi masyarakat Palu sebagai korban musibah,” kata ia.

Team Kesehatan Sriwijaya Sumatera Selatan akan menjalankan pekerjaannya saat 7 sampai 10 hari. Setelah itu pekerjaan team medis akan dilanjutkan team selanjutnya, sampai kondisi betul-betul dinyatakan aman.

“Saya begitu mengapresiasi team yang dibuat atas petunjuk dari Menteri Kesehatan ini. Pemerintah selalu berupaya untuk mengurangi beban korban dengan kirim pertolongan team medis serta obat-obatan,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru.