by

Berkunjung Ke Pakistan Presiden Jokowi Serukan Dukungan Palestina

Berkunjung Ke Pakistan Presiden Jokowi Serukan Dukungan Palestina

Bulatin.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi bicara di National Assembly of Pakistan pada Jumat malam, 26 Januari 2018. Dalam pidatonya, dia mengemukakan banyak manfaatnya memakai demokrasi.

Dengan demokrasi, kestabilan politik di Indonesia bisa terbangun, perkembangan ekonomi Indonesia cukup kuat diatas 5% tiap-tiap tahun, serta ekonomi Indonesia adalah satu diantara 20 paling besar didunia.

” Jadi presiden kepercayaan saya begitu kuat kalau demokrasi adalah langkah yang paling pas untuk melayani kebutuhan orang-orang kita. Demokrasi memberi ruangan untuk orang-orang dalam sistem pengambilan ketentuan, ” tutur Jokowi, seperti dalam info tertulis dari Deputi Bagian Protokol, Pers, serta Media Sekretariat Presiden.

Dia juga meyakinkan kalau perkembangan ekonomi ini bisa di nikmati oleh semua rakyat Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan selalu jadi prioritas.

Diluar itu, Presiden menyebutkan, yang dibutuhkan yaitu prinsip kuat semuanya elemen bangsa, prinsip untuk bertoleransi supaya kemajemukan terbangun, dan prinsip untuk sama-sama menghormati supaya demokrasi berperan dengan baik.

Dimuka sambutannya, Jokowi mengemukakan kalau jadi kehormatan baginya bisa bicara dimuka sidang Joint Session of the Parliament hari ini.

Pada 26 Juni 1963, Presiden Sukarno bicara dimuka Parlemen Pakistan serta waktu itu Sukarno menggelorakan semangat melawan kolonialisme serta menggelorakan semangat kerja sama negara-negara yang baru merdeka.

” 55 tahun lalu, Presiden Republik Indonesia kembali memperoleh kehormatan untuk bicara dimuka Parlemen Pakistan. Saya menginginkan memakai peluang ini untuk menggelorakan kerja sama kerja sama untuk perdamaian serta kesejahteraan dunia, ” kata Jokowi.

Dia menyebutkan, persahabatan Indonesia serta Pakistan bukanlah persahabatan yang baru berlangsung tempo hari. Indonesia akan tidak melupakan dukungan rakyat Pakistan pada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

” Jadi bentuk penghargaan, pada 17 Agustus 1995, bertepatan dengan perayaan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia Republik Indonesia, menganugerahkan Bintang Kelas 1 Adipurna pada Ayah Bangsa Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, atas jasa-jasa Almarhum mensupport kemerdekaan Indonesia, ” tutur Presiden.

Tidak hanya persahabatan, banyak persamaan diantara dua negara, yakni Indonesia serta Pakistan yaitu dua negara berpenduduk Muslim yang besar.

” Kita keduanya sama jadi negara anggota D-8, sesama negara OKI, sesama negara Non-Blok, kita keduanya sama inisiator Konperensi Asia Afrika serta yang tidak kalah penting, kita keduanya sama negara demokrasi, ” kata Jokowi.

Indonesia juga adalah dua negara yang selalu berkelanjutan memberi dukungan kemerdekaan Palestina.

” Lewat Komunitas ini, saya kembali menyerukan supaya kita selalu memberi support untuk Saudara-saudara kita di Palestina. Mari kita selalu dukung perjuangan Palestina! ” ucapnya.

Jokowi menerangkan, Indonesia yaitu negara dengan masyarakat Muslim paling besar didunia. Sekitaran 87% dari 260 juta masyarakat Indonesia, yang bermakna 226, 2 juta masyarakat yaitu Muslim.

” Seperti Pakistan, terkecuali tempat tinggal untuk umat Islam, Indonesia juga jadi tempat tinggal untuk Umat Hindu, Katolik, Kristen, Buddha serta yang lain. Indonesia yaitu negara yang majemuk, ” papar Jokowi.

Dia bersukur, meskipun Indonesia begitu majemuk dengan jumlah masyarakat yang cukup besar dengan jumlah pulau yang lebih dari 17. 000 dengan 1. 340 etnis, RI masih tetap bisa melindungi kesatuannya.

” Bhinneka Tunggal Ika, tersebut moto kehidupan berbangsa kami. Kami juga bersukur kalau kami bisa melakukan kehidupan berbangsa serta bernegara dengan demokratis. Kebanyakan orang mengerti kalau mengelola kemajemukan tidaklah hal gampang, menggerakkan demokrasi juga bukanlah hal gampang, ” kata Jokowi.

Ada mengikuti Presiden serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bagian Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri.

Sebelumnya tiba di National Assembly of Pakistan, Presiden Jokowi terlebih dulu ikuti upacara penempatan karangan bunga di Monument Wall of Unsung Heroes.

Waktu tiba di National Assembly of Pakistan, Presiden diterima Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi, Ketua Senat serta Ketua Parlemen Pakistan.