oleh

Dampak Negatif Jika Bayi Gemuk Karena Susu Formula

Dampak Negatif Jika Bayi Gemuk Karena Susu Formula

Bulatin.com – Sebagian ibu menyusui beranggapan bahwa susu formula (sufor) atau susu sapi lebih baik daripada Air Susu Ibu (ASI). Hal ini lantaran banyak yang beranggapan, sufor bisa membuat bayi gemuk hingga menghilangkan rasa trauma akibat sakit saat si bayi menyusui. Padahal jika dilihat kandungan gizinya, ASI jauh lebih baik dan tidak bisa tergantikan oleh sufor atau susu sapi.

DR. dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp.A (K) dalam talkshow Pentingnya ASI untuk Masa Depan Anak Bangsa menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif minimal selama enam bulan pertama sejak bayi lahir bermanfaat untuk memaksimalkan pertumbuhan bayi.

“ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, termasuk antibodi alami yang dapat melindungi bayi terhadap infeksi atau gangguan kesehatan lainnya,” kata dr Naomi di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 6 Agustus 2018.

Dalam pemaparannya dia pun menjelaskan perbedaan ASI dan Susu Sapi bisa terlihat dari kandungan lemak dan laktosanya. Jika susu sapi memiliki kandungan kasein yang tinggi sedangkan ASI tidak. Kasein ini, kata di bisa memengaruhi proses pencernaan si bayi.

“Jadi jangan senang dulu kalau bayi dikasih susu sapi dia diam saja. Padahal kalau dia diam itu tandanya saluran di pencernaannya bekerja sangat keras, itu yang membuat dia jadi enggak nangis,” katanya lagi.

Selain itu manfaat luar biasa yang bisa mengurangi risiko obesitas sebesar 13 persen, mencegah risiko diabetes sebesar 35 persen dan mencegah risiko diare pada bayi sebesar 50 persen.

Dan yang paling penting kata dia, ASI juga membantu meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) pada anak dibandingkan dengan yang tidak diberikan ASI.

Bukan hanya itu saja, pemberian ASI eksklusif juga bisa membantu mempererat ikatan batin (bounding) antara ibu dan anak.

Memberikan ASI eksklusif bermanfaat bagi ibu seperti bisa menjadi alat kontrasepsi alami selama kurun waktu enam bulan. Memberikan ASI juga bisa mengurangi risiko kanker payudara sebesar 16 persen.

Maka Naomi selalu menyarankan agar semua ibu memberikan ASI eksklusif 6 bulan pertama sejak pertama bayi dilahirkan tanpa diberi makanan dan minuman apapun tetapi dengan pemantauan pertumbuhan yang benar.

“Setelah enam bulan, bayi dapat diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sementara pemberian ASI tetap diteruskan hingga bayi berusia dua tahun,” jelas Naomi.