by

Google Buat Aplikasi Tangi Untuk Bersaing Dengan TikTok

Raksasa teknologi Google meluncurkan aplikasi video singkat bernama Tangi. Aplikasi video pendek dengan durasi di bawah satu menit itu mirip dengan aplikasi populer asal Tiongkok, yaitu TikTok.

Tangi merupakan aplikasi eksperimental yang berasal dari Area 120. Nama Tangi berasal dari kata “TeAch and GIve”.
Pendiri Tangi, Coco Mao, seperti dilansir TechCrunch, mengaku terinspirasi untuk menciptakan Tangi setelah mengunjungi orang tuanya di Shanghai.

Dia mendapati orang tuanya menonton banyak video tentang cara melukis dan fotografi di ponsel mereka. Mereka bisa mempelajari dengan cepat tips-tips dari video dibandingkan instruksi dari teks dan gambar yang biasanya membutuhkan waktu lama.

Meski memiliki konsep yang mirip dengan TikTok, ada beberapa perbedaan pada konten di dalamnya. Berikut ini lima keunggulan Tangi yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Tangi membantu penggunanya untuk belajar

Berbeda dengan TikTok yang fokus pada unsur hiburan, Tangi memungkinkan penggunanya berbagi video pendek berupa video DIY (do-it-yourself/kreasi sendiri) atau video tutorial untuk menyalurkan hobi dan minat mereka.

“Tujuan platform kami adalah membantu orang belajar membuat kerajinan, memasak dengan video pendek satu menit. Kami merancang Tangi untuk memudahkan pengguna menemukan banyak video cara kerja berkualitas tinggi,” kata Mao seperti dilansir TechCrunch, pada Kamis (30/1).

2. Perpaduan Pinterest dan Instagram

Tampilan aplikasi Tangi terlihat seperti perpaduan antara Pinterest dan Instagram. Pengguna memulai dengan menggulir (scrolling) video berdasarkan topik, atau juga dapat mencari hal tertentu yang ingin dipelajari.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mencari atau menyaring video berdasarkan kategori, seperti kecantikan, gaya hidup, seni, mode hingga memasak. Selain itu, penggugah juga bisa menyimpan video dan menyukai video lewat aplikasi tersebut.

3. Fitur “Try It”

Mengembangkan konsep DIY, Tangi menyediakan fitur yang disebut “Try It”. Melalui fitur itu, pengguna bisa menggunggah foto dari pembuatan ulang video mereka sebagai cara berinteraksi dengan anggota komunitas lainnya. Mao menggandeng para pembuat konten untuk turut maramaikan aplikasi baru ini.

“Kami telah bekerja sama dengan para kreator yang membuat video semacam ini, sehingga Tangi dapat menjadi tempat di mana mereka memiliki wadah untuk menginspirasi pembuat lainnya,” katanya.

4. Rata-rata durasi video hanya 45 detik

Durasi video di Tangi rata-rata hanya 45 detik, dan maksimal mencapai 1 menit. Pengguna bisa belajar dengan cepat melalui video pendek dan diklaim tidak serumit seperti di YouTube. “Bisa dibilang jauh lebih mudah untuk mengikuti resep di Tangi daripada sebagian besar situs resep hari ini yang dipenuhi iklan, kisah pribadi, dan didorong oleh SEO (Search Engine Optimization),” ujar Mao.

5. Gratis dan Bebas dari Iklan

Aplikasi Tangi gratis dan bebas dari iklan. Meski dirilis oleh Google, aplikasi Tangi belum tersedia di Android. Saat ini Tangi dapat diakses melalui Apple App Store (iOS) dan situs aplikasi itu sendiri, Tangi.co.

Sebagai informasi, format video singkat pada awalnya dipopulerkan oleh platform Vine milik Twitter. Namun, platform itu telah ditutup pada 2016. Selain TikTok, Instagram juga memiliki fitur video pendek yang disebut IGTV.