by

IMI Menyesalkan Perusakan Sirkuit GBT

IMI Menyesalkan Perusakan Sirkuit GBT

Bulatin.com Ketua Ikatan Motor Indonesia atau IMI Jawa Timur, Bambang Haribowo, menyesalkan rusaknya circuit di Gelora Bung Tomo atau GBT Surabaya.

Rusaknya dikarenakan tingkah pelaku supporter waktu pertandingan Persebaya Versus Persija dalam kelanjutan Liga 1, akhir minggu lalu, Minggu 4 November 2018.

Kondisi ini membuat IMI cemas, sebab dalam tempo dekat akan digelar Kejuaraan Nasional balap motor di circuit itu.

“Saya menjadi Ketua IMI Jawa Timur begitu menyesalkan atas terjadinya pembakaran (ban) di circuit tempo hari,” kata pria yang biasa disapa Kapten itu di Surabaya, Rabu, 7 November 2018.

“Keinginan saya, kelak pada tanggal 10 ada pertandingan kembali Persebaya, mari saling mengawasi sarana lainnya yang ada di seputar GBT, GOR ataupun circuit,” sambungnya.

Kapten menuturkan, IMI akan mengadakan kejurnas balap motor di GBT Surabaya, Jawa Timur, pada 18 November 2018 kelak. Even itu ialah pekerjaan tahunan yang biasa digelar oleh IMI.

Tahun lalu, even sama digelar di Aceh serta tahun ini digelar di Surabaya. Karenanya, dia mengharap tidak lagi ada tindakan pengerusakan sarana circuit serta yang lain di GBT.”Pada beberapa supporter, mari kita jagalah bersama dengan asset berolahraga kita yang ada di GBT, termasuk juga circuit. Sebab pada tanggal 18 November akan digelar Kejuaran Nasional Balap Motor yang akan diikuti semua rider di Indonesia. Serta akan diadakan penandatangan MoU pada IMI dengan Bapak Kapolda Jawa Timur,” kata Kapten.

Tindakan pembakaran ban oleh pelaku supporter sepakbola beberapa waktu lalu mengakibatkan rusaknya kaca sebagian bangunan serta aspal circuit berlubang di beberapa titik. “Sebab membakarnya cocok di tengah aspal. Karenanya saya begitu trauma sekali,” tutur Kapten.

IMI, lanjut dia, langsung kerjabakti di circuit itu serta melakukan perbaikan rusaknya. “Untuk (perbaikan) rusaknya, tidak ada perhatian dari pemerintah kota, dalam perihal ini Dispora. Waktu kerjabakti juga saya telah bicara, tetapi mereka memandang tidak ada biaya karena itu,” tutur Kapten.

Awal mulanya, Kepala Dinas Pemuda serta Berolahraga Surabaya, Afghani Wardhana, mengutarakan, sekitar 100 ban pembatas trek circuit ludes terbakar dalam insiden itu. Ia menjelaskan, rusaknya terjadi di samping selatan circuit.

Atas kejadian ini, panitia pelaksana pertandingan Persebaya terkena getahnya. Pihak Dispora akan menyebut Panpel Persebaya untuk dimintai pertanggungjawaban serta ubah rugi.

“Kerugian dengan nominal, saya tidak tahu tuturnya berapakah. Tetapi, kelak meminta pihak panpel menggantinya sesuai dengan yang terbakar serta telah kami kalkulasi,” kata Afghani.