by

Ini Alasan Pemerintahan China Perketat Aturan Mengenai Berita Artis

China semakin memberikan sikap keras terhadap para artis dan selebritis di negaranya. Terbaru, pemerintahan negara Pimpinan Presiden Xi Jinping ini memperketat aturan soal informasi mengenai selebriti.

Mengutip Straits Times, regulator dunia maya China mengatakan pada hari Selasa (23/11/2021) bahwa mereka akan lebih ketat mengatur informasi selebriti seperti rincian pribadi mereka dan penempatan iklan mereka di situs Internet.

Tindakan ini merupakan aturan terbaru setelah pada Agustus lalu China membatalkan acara konser pencarian bakat agar budaya “fans” tidak menjamur di negara itu.

“Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan Internet yang positif dan sehat,” ucap lembaga resmi itu. “Ini menggambarkan proliferasi bintang untuk gosip berdampak pada nilai-nilai utama.”

Pemerintah Beijing sendiri sedang menaruh tekanan besar kepada industri hiburan. Selain karena dugaan penghindaran pajak oleh beberapa artis, Negeri Panda menganggap bahwa budaya fans selebritis telah melanggar “nilai-nilai sosialis inti”.

Cyberspace Administration of China mengatakan kebijakan itu ditujukan untuk menciptakan sebuah atmosfir positif dan internet sehat. Berita gosip dan perburuan para selebritas dianggap telah berdampak pada nilai-nilai besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Cina berusaha meredam apa yang mereka sebut kekacauan negara akibat ulah para penggemar selebriti. Beijing pun memerintahkan pada stasiun-stasiun TV, media online dan artis itu sendiri agar membantu meredam fenomena tersebut.

Sebelumnya pada Agustus 2021, internet dan regulator media di Cina berjanji akan turun tangan mengatasi internet yang tidak sehat menyusul sikap para penggemar penyanyi Kris Wu, yang memberikan dukungan pada Wu. Para penggemar Wu menggunakan media sosial untuk membela Wu terhadap tuduhan perkosaan.

Cyberspace Administration of China mengaku telah menutup 1.300 group fans, membekukan 4 ribu akun online dan menghapus lebih dari 150 ribu komentar toxic. Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya memberantas budaya fans pada selebriti yang dianggap tidak sehat.