Site icon BULATIN

Ini Penyebab Indonesia Belum Bisa Membuat Mobil Hybrid

Ini Penyebab Indonesia Belum Bisa Membuat Mobil Hybrid

Ini Penyebab Indonesia Belum Bisa Membuat Mobil Hybrid

Bulatin.com – Ketentuan Presiden masalah kendaraan listrik, direncanakan keluar Februari 2019. Dari Perpres itu, diinginkan anak bangsa bisa memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.

Berlainan dari saran Kementerian Perindustrian, Perpres itu cuma akan mengendalikan masalah mobil yang digerakkan tenaga listrik murni, tiada terlibat mesin memiliki bahan bakar.

Penasihat Spesial Menteri Perekonomian Maritim, Profesor Dr Satriyo S Brodjonegoro menjelaskan, usaha peningkatan kendaraan listrik tidak hanya kurangi import bahan bakar atau emisi karbon.

Tetapi, pun lihat kesempatan pertarungan global, terpenting sebab Indonesia mempunyai bahan baku pembuatan baterei.

“Jadi, kami semua pergi dari starting poin yang sama (dari mobil listrik), semua bisa mengawali. Ini mesti diawali saat ini, janganlah kembali ditunda-tunda,” katanya di Jakarta, Jumat 1 Februari 2019.

Fakta lain Perpres itu cuma dikhususkan buat kendaraan listrik, sebab Indonesia belumlah mengerti pembuatan mobil atau motor hibrida. Menurut dia, sampai kini Jepang belum pernah mengajari langkah membuat teknologinya.

“Pabrikan Jepang tidak sempat kasih teknologi, walau sebenarnya berapakah tahun mereka di sini. Mahasiswa saya tidak dapat membuat mobil (hybrid) disana, sebab cuma perakitan saja. Teknologinya semua miliki Jepang, belum pernah kasih benar-benar, cuma bisa merakit,” katanya.

Pria yang jadi Guru Besar di Fakultas Tehnik Mesin Institut Tehnologi Bandung menyebutkan, bila dimulai dari mesin hibrida, Indonesia akan tetap ketinggalan serta tidak dapat berkompetisi.

Exit mobile version