by

Ini Tanggapan Piaggio Tentang Skutiknya Sulit Dijual Kembali

Ini Tanggapan Piaggio Tentang Skutiknya Sulit Dijual Kembali

Bulatin.com – Di Indonesia merk skuter Vespa mempunyai konsumen sendiri. Bukan sekedar versus lawas, jenis skuter matik Vespa juga jadi incaran pengagum setianya.

Sayangnya banyak yang memiliki Vespa Matik yang terasa kesusahan waktu akan jual kendaraannya. Hal semacam ini karna banyak pedagang motor sisa yang menampik waktu ada yang akan tawarkan motor yang paling disayangi.

Menyikapi keadaan ini, Presiden Direktur PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega menyebutkan, Vespa di Indonesia mempunyai banyak pengagum. ” Saya tidak dapat memberi komentar lebih jauh masalah permasalahan ini karna diler Vespa konsentrasi untuk penjualan produk baru untuk orang-orang Indonesia, ” kata Marco di Jakarta.

Untuk penjualan motor seken Vespa, kata Marco, dianya yakini ada pasar yang memanglah memerlukan. Terutama komunitas Vespa di Indonesia adalah yang paling besar kedua di semua dunia, sesudah Italia.

” Untuk penjualan Vespa seken karna di Indonesia banyak penggemarnya serta komune pemakai begitu besar, tentunya market tetaplah ada. Umumnya sesama komune sama-sama tingkatkan kebersamaan, dapat tingkatkan nilai jual, ” kata dia.

Disamping itu menurut beberapa pedagang motor sisa, mereka bukanlah tidak tertarik jual Vespa matik. Tetapi rotasi uangnya di rasa lebih lama daripada motor-motor Jepang. Sementara pedagang perlu yang rotasinya cepat.

Hal semacam ini di sampaikan beberapa pedagang, satu diantaranya showroom motor sisa yang terdapat Jalan Patriot No 65, Jakasampurna, Bekasi Barat, Luminta Motor. ” Vespa itu tidak sering yang berminat, karna harga nya mahal, bengkel servisnya sedikit ” kata Simon, yang memiliki Luminta Motor.

Tetapi hal-hal lain disibakkan yang memiliki Kayna Motor di Condet, Jakarta Timur. Walau yang berminat tidak seperti motor pabrikan Jepang, Abdillah tetaplah jual motor itu.

” Kami masih tetap jual. Memanglah ini kan banyakan yang mencari itu orang yang hoby jadi tidak kaya motor Jepang. Tapi tetaplah ada yang beli walau tidak sering, ” tutur Abdillah.