oleh

Jacksen Tiago Menyanyikan Song for Pride

Momen unik tersaji setelah Persebaya Surabaya menang 1-0 atas Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019. Pelatih Persipura, Jacksen Tiago, ikut menyanyikan anthem Persebaya, Song for Pride, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Jacksen merupakan sosok yang tidak asing buat penggemar Persebaya dan warga Surabaya. Dia tercatat sebagai legenda hidup Bajul Ijo karena pernah membawa klub juara semasa menjadi pemain maupun pelatih.

Mulanya, pria asal Brasil itu diajak oleh maskot Persebaya, Jojo dan Zoro, untuk ke tengah lapangan. Seperti biasanya, seluruh pemain dan staf pelatih Persebaya akan melingkar di tengah lapangan menyanyikan Song for Pride setelah pertandingan bersama Bonek yang hadir.

Jacksen sempat ragu untuk ikut ajakan Jojo dan Zoro. Terlihat dia agak sungkan karena statusnya kini pelatih lawan. Setelah meminta izin manajer Persipura, Rudy Maswi, pelatih berusia 51 tahun itu pun membaur di tengah lapangan.

“Saya berterima kasih atas kesempatan bisa berkumpul dengan teman-teman. Itu menunjukkan bahwa jasa-jasa saya bersama Persebaya dulu tetap dikenang oleh Bonek dan masyarakat Surabaya,” kata Jacksen setelah pertandingan.

“Itu adalah sebuah kebanggaan buat saya pribadi. Semua tahu ikatan kami begitu kuat. Banyak hubungan kami sangat luar biasa. Selalu menyenangkan saat saya datang ke Surabaya,” imbuhnya.

Ikatan Jacksen dengan Persebaya dan Surabaya memang begitu kuat. Dia kini berdomisili di Surabaya mengingat keluarganya, istri dan anak-anaknya, tinggal di kota ini.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, menyambut dengan ramah kehadiran Jacksen bersama timnya. Pria yang karib disapa Djanur itu terlihat mengajak Jacksen berbincang sambil berpelukan.

Tak jarang keduanya tertawa dalam obrolan itu. Jacksen juga memperkenalkan Hugo Samir, putranya, kepada Djanur. Mereka tampak bagai dua orang pelatih yang sudah saling mengenal lama.

“Saya berteman akrab dengan dia. Sama anaknya juga sama. Saya pikir wajar, dia orang Surabaya dan mantan pemain Persebaya. Memang sudah begitu. Yang diobrolkan tidak ada. Dia hanya kasih ucapan selamat saja,” ucap Djanur.

Jacksen juga mendapat ucapan selamat datang dari Bonek yang disampaikan lewat nyanyian. Dia juga dengan ramah berusaha menyapa suporter dengan warna kebesaran hijau itu.

Momen ini sangat langka terjadi. Musim lalu, Jacksen datang bersama Barito Putera ke markas Persebaya. Mereka sukses mencuri poin dari stadion ini dan tidak ada sesi menyanyikan Song for Pride bersama.