by

Jenazah Politikus Senior Rahman Tolleng Langsung Dibawa Ke Bandung

Jenazah Politikus Senior Rahman Tolleng Langsung Dibawa Ke Bandung

Bulatin.com – Salah satunya tokoh aktivis dan pergerakan Rahman Tolleng, wafat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta, Selasa (29/1). Berdasar pada info, Rahman Tolleng wafat sekitar Jam 05.25 WIB.

Beberapa petugas RS Abdi Waluyo, mengatakan, jenazah langsung dibawa keluarga ke Bandung, Jawa Barat. Rombongan pergi sekitar Jam 08.00 WIB.

“Barusan sekitar pukul 08.00 WIB dibawa langsung ke Bandung,” kata salah satunya petugas di RS, Jakarta.

Ia mengatakan, tidak ada keramaian dan politisi serta petinggi yang hadir melayat. “Saya lihat tidak ada,” tuturnya.

Rahman jadi salah satunya saksi riwayat peristiwa 15 Januari (Malari) 1974. Waktu itu di duduk menjadi Pemred Nada Berkarya.

Mantan Direktur Penerbitan PT Pustaka Penting Grafiti (1991-2006) itu, pun ikut membidani kelahiran Partai Serikat Rakyat Berdiri sendiri pada 2011. Sayangnya, partainya tidak berhasil untuk jadi peserta penentuan umum 2014.

Putra Bugis kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 ini meyakini berpolitik adalah salah satunya langkah memuliakan kehidupan rakyat.