oleh

Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara

Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara

Bulatin.com Presiden Joko Widodo atau Jokowi terima gelar kebiasaan Melayu Riau dari Instansi Kebiasaan Melayu Riau (LAMR). Titel yang disematkan pada orang nomer satu di Indonesia ini adalah Datuk Seri Setia Amanah Negara.

Pemberian gelar dilaksanakan di Balai Instansi kebiasaan Melayu Riau, Sabtu (15/12). Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana datang di tempat pukul 09.00 WIB. Kedua-duanya kompak mengenakan pakaian kebiasaan Melayu.

Penyerahan gelar kebiasaan dengan diawali pembacaan Warkah Penabalan disusul pemasangan tanjak, selempang, dan keris. Musik Nafiri, Gendang Panjang, dan Tetawak menemani prosesi pemasangan tanjak, selempang, dan keris.

Tanjak diserahkan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Kebiasaan (MKA) Datuk Seri Al Azhar, pemasangan selempang oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Datuk Seri Syahril Abubakar. Sedangkan pemasangan keris dikerjakan oleh Timbalan Setia Amanah Gubernur Riay Datuk Seri Wan Thamrin Hasyim.

Prosesi selanjutnya Tepok Tepung Tawar. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan memulai Tepok Tepung Tawar mengarah Jokowi, lalu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Yusril Ihza Mahendra.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar, saat memberi sambutan mengatakan gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dikasihkan pada Jokowi karena beberapa pertimbangan. Pertama pertimbangan ‘Riau bebas asap’.

Melalui kebijakan dan ketegasan Jokowi, katanya, semenjak 2016 Propinsi Riau bebas dari musibah asap tahunan yang telah terkena masyarakat Riau tiap-tiap tahun semenjak 1997. Tidak hanya bebas asap, Jokowi ikut berjasa memberi hak kepemilikan tempat pada masyarakat Riau.

“Ketentuan Presiden (Perpres) RI Nomer 86 Tahun 2018 mengenai penerapan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) ini buka kesempatan yang luas buat masyarakat kebiasaan Melayu Riau untuk mengatur pernyataan berupa sertifikat punya bersama dengan atas tanah adatnya,” kata Datuk Seri Syahril Abubakar.

Setelah itu, Petunjuk Presiden Nomer 8 Tahun 2018 dinilai memihak pada masyarakat Riau. Inpres mengenai Penundaan dan Pelajari Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Penambahan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit ini memberikan kesempatan pada masyarakat kebiasaan Melayu Riau untuk ambil peranan dalam pengembalian haknya atas hutan-tanah kebiasaan yang sudah diusahakan dengan ilegal oleh beberapa pihak spesifik.

Layanan Jokowi selanjutnya, kata Datuk Seri Syahril Abubakar, adalah Blok Rokan. Dibawah kepemimpinan Jokowi, ladang minyak Blok Rokan yang hampir seabad diurus oleh perusahaan asing dinasionalisasi untuk diurus oleh Pertamina sesudah tahun 2021. Dalam alih kelola tersebut, Riau dipastikan mendapatkan 10% participating interest dan kesempatan untuk memperoleh prosentase lebih melalui proses bussiness to bussiness.

“Dibawah kepemimpinan Presiden Ir H Joko Widodo , Propinsi Riau ikut mendapatkan beberapa project strategis nasional, terpenting di bidang infrastruktur jalan tol dan pembangkit listrik,” tutur ia.

“Dan sebagainya, seperti realisasi TORA dan Perhutanan Sosial (PS) untuk masyarakat Riau, serta gagasan wujudkan embarkasi pada untuk jemaah Calon Haji Riau di Kota Pekanbaru,” jelas ia.