by

Jurgen Klopp Berpendapat Premier League Bergulir Terlalu Cepat

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengkritik jadwal Premier League 2019-2020. Dia mengaku tak memahami mengapa Premier League bergulir terlalu cepat.

Musim anyar The Reds dimulai pada Minggu (4/8/2019), ketika meladeni Manchester City pada ajang Community Shield. Setelah pertandingan itu, Liverpool mengawali petualangan di Premier League menghadapi Norwich City, Jumat (9/8/2019).

Liverpool tak bisa berlama-lama bersantai. Lima hari berselang The Reds menghadapi Chelsea di UEFA Super Cup, pada 14 Agustus.

Premier League dan Ligue 1 menjadi liga yang paling awal bergulir. Bundesliga Jerman mulai kickoff pada 16 Agustus, La Liga pada 17 Agustus, dan Serie A sepekan berselang.

“Saya tak tahu mengapa kami mulai begitu awal,” kata Klopp, yang musim depan mendampingi pada tujuh ajang sekaligus, yaitu Community Shield, UEFA Super Cup, Piala Dunia Antarklub, Liga Champions, Premier League, Piala FA, dan Carabao Cup.

Pada musim panas ini beberapa pemain Liverpool juga disibukkan bermain di ajang internasional bersama timnas masing-masing.

Sadio Mane memperkuat Senegal yang menjuarai frica Cup of Nations pada 19 Juli, sedangkan Allison menjuarai Copa America 2019 bersama Timnas Brasil pada 7 Juli. Situasi tersebut jelas membuat Jurgen Klopp ingin masa libur kompetisi bisa berlangsung lebih lama, sehingga pemain cukup beristirahat.

Imbasnya, beberapa pemain Liverpool memiliki waktu istirahat sangat singkat.

“Saya bicara dengan Carlo Ancelotti (manajer Napoli). Italia punya 20 tim, sama seperti Premier League dan Serie A baru mulai pada 24 Agustus,” kata Klopp.

“Kalidou Koulibaly bermain bersama Sadio di African Cup of Nations. Dia punya waktu liburan empat pekan dan dia belum segera kembali,” keluh Klopp.

“Saya tak tahu mengapa kami mulai begitu cepat. Premier League produk yang luar biasa. Jadi jadwal ini tidak masuk akal,” imbuh Klopp.