Site icon BULATIN

Legenda Jerman Minta Joachim Loew Ubah Gaya Kepemimpinan

Legenda Jerman Minta Joachim Loew Ubah Gaya Kepemimpinan

Legenda Jerman Minta Joachim Loew Ubah Gaya Kepemimpinan

Bulatin.com – Kegagalan mutlak Jerman di Piala Dunia 2018 membuat mereka harus merombak tim secara besar-besaran. Dan menurut sang mantan pemain, Philipp Lahm, perubahan harus dimulai dari gaya kepemimpinan sang pelatih, Joachim Loew.

Seperti yang diketahui, Jerman terdepak dari Rusia setelah mendapatkan rangkaian hasil buruk di fase grup. Bahkan, Thomas Muller dkk takluk di tangan wakil Asia, Korea Selatan, yang sebelumnya sudah dinyatakan tersingkir dengan skor 2-0.

Prestasi tersebut jelas berbanding terbalik dengan apa yang mereka torehkan saat seri tahun 2014 silam. Di bawah pelatih serta materi skuat yang tidak jauh berbeda dengan sekarang, Die Panzer sukses menjadi juara usai menang atas Argentina 1-0.

Walau mendapatkan hasil yang buruk, pihak federasi sepakbola Jerman tidak memiliki niatan untuk memecat Loew. Oleh karena itu, agar hasil yang sama tidak terulang, Lahm meminta pelatih berumur 58 tahun tersebut mengubah gaya kepemimpinannya.

“Saya yakin Jogi Low harus mengubah gaya kepemimpinannya jika dia ingin sukses lagi dengan generasi baru timnas,” tulis Lahm di LinkedIn.

“Ini bukan tanda kelemahan, melainkan perkembangan lebih lanjut. Dia harus menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka bertanggung jawab pada keseluruhan tim,” lanjutnya.

Rasa percaya Loew terhadap gaya serta pemain yang sama membuat Jerman berhasil meraih kesuksesan di tahun 2014 silam. Dan bagi Lahm, keputusan ini telah terbukti sebagai kesalahan.

“Tim kepelatihan bergantung pada fakta bahwa budaya kesuksesan kepemimpinan di masa lalu sudah cukup untuk mengulang keberhasilan sekali lagi,” tambah Lahm.

“[Low] harus membangun budaya yang lebih ketat dan jelas dari yang dulu,” pungkasnya.

Lahm merupakan salah satu bagian dari kesuksesan Jerman di bawah Loew pada tahun 2014 lalu. Beberapa saat setelah mempersembahkan gelar Piala Dunia, Lahm memutuskan untuk gantung sepatu di tingkat internasional pada umur 30 tahun.

Exit mobile version