by

Minat Juventus Terhadap Striker PSG Mauro Icardi Belum Juga Padam

Minat Juventus terhadap Mauro Icardi belum juga padam. Bahkan kabarnya, mereka sudah siap merelakan Cristiano Ronaldo pindah ke PSG demi mempermulus kedatangan penyerang asal Argentina itu ke Turin.

Kisah antara Juventus dengan Icardi sudah dimulai sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan sebelum sang pemain resmi bergabung dengan PSG di musim 2019/20 lalu.

Dulu, Icardi pernah menjadi pemain andalan di Inter Milan. Perolehan golnya tak pernah di bawah angka 15 kecuali musim 2013/14, yang di mana itu adalah musim perdana Icardi sebagai penggawa Nerazzurri.

Masalah yang terjadi hingga momen pencopotan ban kapten secara sepihak dari manajemen klub membuat Icardi hengkang ke PSG. Meskipun harus bersaing dengan Kylian Mbappe dan Neymar, Icardi tetap mampu mencetak 13 gol di musim 2020/21.

Jika ada yang membuat jumlah gol Icardi menurun, sudah pasti karena persaingan dengan Neymar dan Mbappe di lini depan. Perlu dicatat bahwa Icardi mencatatkan 13 gol dari 28 laga di semua kompetisi.

Pada musim perdananya bersama PSG, ia mampu mencetak 20 gol dari 34 penampilan. Itu artinya, Icardi masih sangat mampu menjadi tumpuan di lini depan. Tidak heran kalau dirinya bisa memikat perhatian klub besar seperti Juventus.

SportMediaset melaporkan kalau minat Juventus terhadap Icardi masih ada sampai sekarang. Dan mereka disebut-sebut tengah menimbang kemungkinan membawa Icardi kembali berkarir di Serie A.

Juventus sepertinya harus mengencangkan ikat pinggangnya di bursa transfer musim panas karena krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19. Namun uang bukanlah satu-satunya alat untuk mendapatkan pemain di bursa transfer.

Pertukaran pemain adalah metode yang sangat mungkin untuk dilakukan Juventus. SportMediaset juga melaporkan kalau klub raksasa Serie A itu telah siap merelakan Ronaldo ke arah yang berlawanan.

Ronaldo bukanlah satu-satunya pemain yang bisa dijadikan ‘tumbal’ pertukaran, sebagaimana SportMediaset kabarkan. Gelandang yang direkrut dari Barcelona tahun lalu, Arthur Melo, juga disebut sangat mungkin dijadikan alat tukar.