by

Pembangunan Infrastruktur Jokowi Sudah Merata Merata

Pembangunan Infrastruktur Jokowi Sudah Merata Merata

Bulatin.com Rosan Perkasa Roeslani melihat, pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo tidak egois dalam mamjukan infrastruktur di Indonesia. Pembangunan juga dikerjakan dengan rata.

Sebagai capres inkumben, lanjut Rosan, bisa jadi eks Gubernur DKI Jakarta itu cuma konsentrasi bangun Pulau Jawa sebagai lumbung nada di pemilu setelah itu. Tapi, hal tersebut tidak dikerjakan sebab konsentrasi pada pemerataan.

“Sebab, jika ingin cuma memikiran kebutuhan diri pribadi, ya sangat mudah bangun Jawa semua,” kata Rosan, waktu didapati di Posko Rumah Cemara, Jakarta,

Rosan yang Ketua Umum Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia itu lihat, kekuatan ekonomi jangka panjang dari efek pembangunan infrastruktur besar sekali. Terutamanya, untuk menarik investasi yang membuahkan lapangan pekerjaan.

Konektivitas antar daerah, peningkatan parawisata sampai penyerapan tenaga kerja akan berasa dalam kurun waktu 5 -15 tahun ke depan. Menurutnya, ketinggalan Indonesia masalah infrastruktur telah terlalu jauh daripada beberapa negara lainnya.

“Infrastruktur ini, kami kenali untuk periode panjang, serta itu bukan sekedar dibuat di Jawa. Dibuat di semua Indonesia, yang mungkin ‘return’ politiknya cuma kecil. Contoh bangun di Papua, masyarakat Papua berapakah sih, tidak lebih dari empat juta orang,” katanya.

Awal mulanya, di depan beberapa pengurus Kadin, Presiden Jokowi, bicara tentang utamanya pemerataan pembangunan infrastruktur di semua Indonesia. Pembangunan, menurut Jokowi, mesti mencakup beberapa segi.

Hal tersebut disebutkan, waktu bertepatan Kadin memberikan penghargaan pada Jokowi sebagai ‘Tokoh Pemerataan’. Dalam kesempatan itu, Jokowi ajak, kelompok entrepreneur turut kerjakan proyek-proyek pembangunan di daerah terpencil.