by

Pengetahuan Tentang Antikorupsi Bakal Dimasukan Kedalam Mata Pelajaran

Pengetahuan Tentang Antikorupsi Bakal Dimasukan Kedalam Mata Pelajaran

Bulatin.com – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengutamakan pentingnya pendidikan antikorupsi dimasukkan dalam mata pelajaran khusus di sekolah, manfaat mempersiapkan generasi muda berintegritas.

“Saya miliki pandangan, baiknya pendidikan antikorupsi juga dimasukkan dalam mata pelajaran khusus. Tak tahu itu muatan lokal maupun aktivitas ekstrakulikuler. Hingga, generasi muda kita terdidik intelektualitasnya untuk turut memerangi korupsi, ” kata Bambang di Jakarta, Jumat 6 April 2018.

Menurut Bambang, pemberantasan korupsi tidak sekedar hanya dengan usaha represif saja, tetapi juga ada kesadaran kolektif yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Bambang mengharapkan, Pergerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), bisa ikut serta dalam pembuatan Rancangan Undang-undang.

“Saya sangka, GMPK dapat lakukan beragam kerja sama juga dengan DPR, supaya beragam hasil riset yang sudah dikerjakan dapat disinkronkan dalam sistem pembuatan RUU. Hingga, RUU yang dibuat dapat komprehensif serta membendung usaha korupsi, ” kata Bambang.

Pimpinan GMPK, Bibit Samad Riyanto menyebutkan, telah lakukan beragam kerja sama juga dengan perguruan tinggi ataupun organisasi kemasyarakatan serta instasi swasta untuk memberi training antikorupsi.

” Yang akan datang, pasti juga akan kita tingkatkan kembali beragam kerja sama itu. Di Kementerian PAN-RB, kami juga bekerja bersama buat zone integritas lokasi bebas korupsi. Demikian juga di DPR RI. Hadirnya GMPK mulai sejak awal, memanglah ditunjukan untuk menggugah orang-orang madani, aparatur pemerintahan, serta dunia usaha memberantas korupsi jadi pergerakan moral orang-orang, ” tutur Bibit.

Mulai sejak dideklarasikan pada 25 November 2013 di Jakarta, GMPK sudah mempelajari serta mengevaluasi persoalan tindak pidana korupsi di tiap-tiap susunan kehidupan orang-orang. Diluar itu, GMPK juga merumuskan jalan keluar kerawanan serta akar permasalahan penyebabnya korupsi.