oleh

Pierre-Emerick Aubameyang Putuskan Takkan Memperkuat Timnas Gabon di Level Internasional

Keputusan besar diambil penyerang Barcelona, Pierre-Emerick Aubameyang. Pada usia 32 tahun, ia memutuskan pensiun dan takkan memperkuat Timnas Gabon lagi di level internasional.

Aubameyang lahir di tahun 1989 dengan berkewarganegaraan ganda. Ia lahir di Laval, Prancis, dan memiliki darah Gabon yang turun dari sang ayah, Pierre Aubameyang. Selain itu, ia juga memiliki keturunan Italia dan Spanyol.

Ketika masih di level muda, ia mencatatkan debutnya bersama Timnas Prancis U-21 untuk melakoni laga persahabatan kontra Tunisia U-21. Dan meskipun bisa bermain buat negara Eropa, Aubameyang memilih Gabon karena sang ayah.

Aubameyang menjatuhkan pilihannya kepada Gabon karena sang ayah pernah menjadi kapten timnas di sana. Dan sejak melakoni laga debutnya di level tim senior pada tahun 2009 lalu, ia sudah menghasilkan 30 gol dari 72 penampilan.

Setelah 13 tahun, 10 tahun di antaranya dilakoni sebagai kapten tim, Aubameyang memutuskan untuk gantung sepatu dari level internasional. Keputusan tersebut diumumkan melalui sebuah surat terbuka untuk fans Gabon.

“Setelah 13 tahun dengan rasa bangga mewakili negara, saya mengumumkan bahwa saya telah menutup karier internasional saya,” tulis Aubameyang dalam surat terbukanya, seperti yang dikutip Goal International.

“Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang Gabon dan semuanya yang telah memberikan dukungan dalam momen baik dan buruk. Saya akan menyimpan kenangan baik seperti ketika saya menjalani debut di romnisports, atau hari di mana saya kembali dari Nigeria dengan African Ballon d’Or.”

Tidak lupa, dalam surat terbuka tersebut, Aubameyang mengucapkan rasa terima kasihnya buat semua orang yang terlibat dalam karier internasionalnya. Termasuk sang ayah yang membuatnya yakin memperkuat Timnas Gabon.

“Saya ingin berterima kasih kepada Presiden kami, Yang Mulia Ali Bongo Ondimba yang selalu mendukung the Panthers dan selalu bekerja untuk evolusi sepak bola di negara kami.”

“Saya juga ingin berterima kasih kepada semua pelatih saya, staf, dan pemain yang saya temui selama karier ini. Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada ayah yang memberikan hasrat untuk bisa menjadi seperti dia, berharap telah membuat dia bangga dengan mengenakan warna kami,” pungkasnya.