by

Polisi Terkena Panah di Mata Saat Bentrok di Papua

Polisi Terkena Panah di Mata Saat Bentrok di Papua

Bulatin.com Kerusuhan antara dua kelompok di Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang kemarin menyebabkan dua polisi terluka karena terkena busur panah dan belasan masyarakat luka-luka. Beberapa rumah masyarakat serta toko juga dibakar.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, menyampaikan benturan membuat masyarakat serta anggota polisi yang berusaha melerai terluka. “Ada dua anggota kami yang terserang panah dibagian mata, delapan masyarakat luka-luka, dan lima rumah serta lima toko terbakar,” tutur Ahmad Kamal.

Menurut Kamal, bentrok massa antarkedua tim dipicu permasalahan mosi tidak yakin pada Bupati Pengunungan Bintang, Papua, Constant Otemka oleh beberapa ribu masyarakat. Simpatisan Bupati dimotori Andi Balyo, sedangkan simpatisan anti-Bupati, Yance Tapyor.

Benturan dimulai saat massa simpatisan Yance Tapyor menanti anggota DPRD ditempat di bandara sepulang dari Jakarta membawa hasil putusan Mahkamah Agung (MA), berkaitan dengan hasil sidang Paripurna DPRD Pengunungan Bintang yang ditest materi di MA, mengenai penonaktifan Bupati Pengunungan Bintang, Costant Otemka.

Lalu beberapa ribu massa kontra Bupati Pegunungan Bintang di pimpin oleh Yance Tapyor ke arah Bandara Oksibil untuk menjemput rombongan anggota DPRD itu. Tetapi saat pesawat Trigana Air datang rombongan anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang yang akan dijemput tidak turut dalam penerbangan, menyebabkan massa tidak memperbolehkan penumpang pesawat turun.

“Grup massa pro Bupati Pegunungan Bintang sejumlah seputar 500 orang di pimpin Andi Balyo lakukan penyerangan dengan panah pada grup massa kontra Bupati yang tengah bergabung di Jalan Pasar Mabilabol. Lalu dibalas grup massa kontra Bupati memakai kayu serta batu,” katanya.

Anggota Sat Brimob BKO Polres Pegunungan Bintang datang di TKP untuk lakukan pengamanan, akan tetapi keadaan kedua grup massa telah anarki serta sama-sama serang, serta rumah pribadi Wakil Ketua II DPRD Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin, dibakar massa.

“Personil Polres Pegunungan Bintang serta personil Brimob BKO Polres memberi tembakan peringatan untuk hentikan bentrok antarkedua grup massa. Usaha itu tidak digubris, justru massa balik menyerang anggota Polri, menyebabkan dua anggota Polri alami luka berat yaitu AKP Amon Rumayari (Kasat Lalu Polres Pegunungan Bintang) alami luka panah dibagian paha kanan serta anggota Brimob Brigpol Dolfis Wambonggo alami luka panah dibagian mata samping kanan,” Kamal menuturkan.

Kamal menyampaikan, sampai sore keadaan di Oksibil masih tetap mencekam, beberapa ratus masyarakat mengungsi ke gereja serta kantor Koramil ditempat. “Sesaat korban yang alami luka panah telah dievakuasi ke RSUD Oksibil untuk mendapatkan perawatan,” kata Kamal.

Momen itu mengakibatkan keadaan di Oksibil tidak aman serta penduduk masih tetap berkelompok-kelompok di lima titik. Sedang 10 unit rumah serta toko yang dibakar massa telah bisa dipadamkan.

Selain itu, berdasar pada info dari penduduk di Oksibil, Nelson Wenda, dalam bentrok yang berlangsung dua masyarakat wafat atas nama Donatus Otemka serta Seber Taplo.