by

PSI Sebut Sikap Absen Amien Rais Contoh yang Tidak Baik

PSI Sebut Sikap Absen Amien Rais Contoh yang Tidak Baik

Bulatin.com Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mencemooh sikap Amien Rais yang tidak menghadiri panggilan pemeriksaan polisi dalam masalah penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Sedianya, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu di panggil Jumat, 5 Oktober 2018, jam 11.00 WIB menjadi saksi. Akan tetapi, sampai jam 18.50 WIB, Amien tidak juga hadir di Polda Metro.

Amien Rais menjadi orang politik senior, bekas Ketua Umum Partai Amanat Nasional serta bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dipandang tidak memberi teladan yang baik pada generasi muda, termasuk juga orang politik juniornya.

“Kami memandang mangkirnya bekas ketua umum PAN Amien Rais … ialah satu contoh jelek dari seseorang senior pada kami pemuda dalam usaha penegakan hukum,” kata Dedek Prayudi, jubir bagian kepemudaan PSI.

Politik di Indonesia, menurut Dedek, mesti memprioritaskan kejujuran dalam berpolitik. Membetulkan serta bahkan juga sebarkan kebohongan, kedengkian, serta fitnah akan langsung berefek pada tingkah laku penduduk, terpenting pemuda yang sekarang banyaknya besar sekali serta bisa terhubung kabar berita.

Karenanya, tiap-tiap orang politik mesti mensupport proses hukum masalah berita bohong itu, bukan menyulitkan hasilnya. “Dalam demokrasi yang maju, hukum ialah panglima peradaban,” tuturnya.

Dedek memperingatkan, tidak ada yang butuh ditakuti, ditambah lagi jika tidak terasa bersalah. Hukum telah menyiapkan ruangan buat semua rakyat Indonesia untuk lakukan pembelaan.

“Kami minta Pak Amien Rais agar bisa berlaku kooperatif dalam proses penegakan hukum, dalam perihal ini proses pengusutan masalah berita bohong oleh terduga ibu Ratna Sarumpaet,” katanya.