Site icon BULATIN

Puluhan Orang Diamankan Diduga Aliran Sesat

Puluhan Orang Diamankan Diduga Aliran Sesat

Puluhan Orang Diamankan Diduga Aliran Sesat

Bulatin.com – 43 orang dari 11 keluarga diamankan aparat Polsek Pedurungan Semarang, Rabu (14/2) malam. Mereka disangka tergabung dalam grup penyimpangan keyakinan.
Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi menyebutkan, 43 orang itu terdiri dari orang tua serta anak-anak dengan beragam latar belakang. Ada bayi berusia dua bulan sampai anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Surabaya.
” Mereka ini berkumpul dirumah nomor 7 RT 1 RW 11 Palebon, Pedurungan Kota Semarang, ” kata Kompol Mulyadi.
Dia menyebutkan, karna ada anggota Pomal jadi segera dibawa ke kesatuannya. ” Kami menolong pengamanan beberapa rekan Pomal karna mereka kirim surat pada Polrestabes Semarang untuk mengambil atau mengamankan salah satu anggotanya berkaitan keterlibatannya dalam kelompok ini, ” katanya.
Mulyadi mengungkap ada beberapa warga yang melapor ke polisi karna cemas anggota keluarganya ikut serta aktivitas mencurigakan. Sebab, sesudah ikut kelompok itu, jadi sangat sulit ditemui serta rumahnya senantiasa tertutup.
” Dari kesaksian warga, beberapa bulan terakhir rumah itu senantiasa tertutup bahkan juga orang-orang yang ada di dalam rumah itu begitu tidak sering keluar, ” katanya.
Keresahan warga, lanjutnya, karna perkumpulan itu begitu tertutup serta tidak berizin. Bahkan, kesaksian warga menyebutkan anak-anak tidak diperbolehkan sekolah serta beberapa dewasa tidak tampak pergi bekerja, hanya ada didalam rumah.
Yang memiliki rumah itu, Andi Rodiyono (63), juga diperiksa polisi. Dia menyatakan kelompoknya cuma melakukan diskusi serta tidak berkaitan dengan agama ataupun kepercayaan tertentu.
” Tak ada apa-apa. Kami hanya berkumpul serta berdiskusi saja mengulas soal kehidupan, ” katanya.
Kelompoknya merencanakan akan ada dirumah selama satu tahun. Sesudah setahun, baru juga akan berinteraksi dengan dunia luar. Tetapi dia tidak menerangkan kegiatan serta maksud kelompoknya mengurung diri dirumah.
” Di situ kita bukanlah masalah agama. Bebas. Kami mulai tutup gerbang, tidak hubungan dengan dunia luar telah tiga bulan. Makanan telah disiapkan semua didalam, ” kata dia.
Exit mobile version