by

Ribuan Anak di Timor Leste Terindikasi Terkena Penyakit Jantung

Ribuan Anak di Timor Leste Terindikasi Terkena Penyakit Jantung

Bulatin.com – Riset paling baru temukan kalau penyakit jantung rematik di kelompok anak-anak serta remaja di Timor Leste termasuk juga yang teratas didunia. Beberapa peneliti memprediksi jumlahnya dapat menjangkau 10. 000 orang.

Saat ini Australia tengah melatih petugas kesehatan Timor Leste untuk temukan penyakit membahayakan yang dapat dihindari ini. Maksudnya adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya perawatan penisilin untuk pasien.

Beberapa pakar kardiologi serta dokter anak dari Australia lakukan riset yang di dukung East Timor Hearts Fund pada tahun 2016, yang mencakup 1. 400 anak-anak serta remaja di Dili serta Emera.

Hasil riset yang diterbitkan dalam Medical Journal of Australia tunjukkan 3, 5 % anak-anak serta remaja itu mempunyai penyakit jantung rematik yang tentu atau terbatas. Jumlahnya lebih tinggi di kelompok anak serta remaja wanita.

Pemimpin penelitian Dr Josh Francis dari Menzies School of Health Research menyebutkan satu dari 20 responden wanita menanggung derita penyakit ini, sementara di kelompok lelaki jumlahnya 1 diantara 50.

” Bila prevalensi 3, 5 % itu mewakili semua populasi, ada 1/2 juta anak-anak serta remaja di Timor Leste, jadi problem penyakit jantung rematik ini begitu besar, ” kata Dr Francis.

” Mungkin saja pada 5. 000 serta 10. 000 anak-anak yang alami penyakit jantung rematik, ” tuturnya.

Beberapa pasien yang diidentifikasi dengan keadaan enteng atau tengah lalu diobati dengan suntikan penicillin tiap-tiap bln.. Maksudnya adalah untuk hentikan perubahan penyakit serta berikan peluang pada jantung untuk sembuh kembali.

” Apa yang kami saksikan dari anak-anak ini dalam studi prevalensi yaitu kalau beberapa diantara mereka telah mulai lebih baik keadaannya, ” kata Dr Francis.

Bila penyakit jadi kronis serta keperluan operasi jantung tidak tercukupi, penyakit yang bisa dihindari dapat menyebabkan fatal.

” Kita dapat hentikan perubahannya, kita dapat mengobatinya, kita dapat menghindar anak-anak jatuh sakit, menanggung derita penyakit jantung rematik berat, menghindar mereka dari operasi jantung, menghindar mereka dari kematian, ” tutur Dr Francis.

Tenaga medis asal Timor Leste, Dr Mario Noronha, menyebutkan banyak anak yang datang ke rumah sakit di negara itu dalam keadaan fase akhir.

” Karna umumnya dari mereka masih tetap yakin pada dukun hingga jadi persoalan untuk kita untuk menemukannya di step awal (penyakit), ” tuturnya.

Dr Noronha tengah ikuti kursus enam bln. di Darwin untuk pelajari langkah mendeteksi penyakit ini pada step awal. Diluar itu juga untuk tingkatkan kesadaran tentang tanda yang perlu diwaspadai.

” Kursus yang saya ikuti dirumah sakit ini (Royal Darwin Hospital) juga akan begitu berguna untuk menghindar anak-anak kita dari bencana ini, ” tuturnya.

Dr Francis memberikan hasil penelitian mereka hanya puncak gunung es, serta perkiraannya mungkin saja konservatif karna cuma anak-anak sekolah saja yang jadikan responden.

” Ada persoalan besar penyakit jantung rematik yg tidak terdeteksi (di Timor Leste) serta akan tidak keluar di klinik hingga telah terlambat, ” katanya.

” Jadi untuk saya ada prioritas besar untuk meneruskan usaha yang sudah kami mulai, ” imbuhnya.

Sisi dari usaha ini yakni memobilisasi tenaga dokter, perawat serta petugas kesehatan Timor Leste yang sudah dilatih, baik di Timor Leste ataupun di Darwin.

Petugas kesehatan setempat selalu memonitor anak-anak yang diidentifikasi menanggung derita penyakit jantung rematik serta memberi suntikan penisilin tiap-tiap bulannya.

Saat ini diinginkan mereka juga akan meneruskan skrining untuk penyakit yg tidak terdiagnosis dengan memakai piranti echocardiography genggam.

Piranti yang di kenal jadi v-scanner ini disumbangkan oleh Humpty Dumpty Foundation. Alat ini sangat mungkin petugas kesehatan lakukan diagnosis yang terlebih dulu cuma dikerjakan beberapa spesialis kardiologis.

Timor Leste yang berpenduduk 1, 3 juta sekarang ini cuma mempunyai satu orang pakar jantung serta satu mesin echocardiography dirumah sakit nasional.

” Portabilitas mesin ini mengagumkan, ” kata Dr Francis. ” Kita dapat membawanya dalam saku serta mendatangi komune terpencil di Northern Territory atau di satu tempat di Timor Leste tanpa ada problem. ”

Sekarang ini sekitaran 2. 000 sampai 3. 000 murid sekolah di Timor Leste juga akan dites sepanjang dua minggu ke depan oleh tim termasuk juga pakar jantung, dokter serta petugas dari ke-2 negara.

Piranti genggam itu juga akan dipakai dalam tes selanjutnya dibawah pengawasan pakar jantung. Diinginkan petugas Timor Leste bisa memakainya dengan mandiri di masa depan.

” Kami menginginkan temukan penyakit jantung rematik, mengharapkan supaya anak-anak (yang merasakannya) bisa diobati untuk menghindar perubahannya. Tapi kami juga mengharapkan tunjukkan langkah skrining yang baru serta efisien yang melibatkan petugas kesehatan setempat, ” kata Dr Francis.

Untuk pertama kalinya, petugas kesehatan Aborigin dari Arnhem Land juga akan gabung dengan tim di Timor Leste, sesudah dilatih langkah memakai v-scanner.

Beberapa pekerja komune Arnhem Land ikut ambillah sisi dalam project percontohan yang melibatkan 500 murid sekolah serta warga juga dilatih tehnik untuk deteksi awal penyakit jantung rematik.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.