Site icon BULATIN

Siswa Smp Gagar Otak Karena Dikeroyok Temannya

Siswa Smp Gagar Otak Karena Dikeroyok Temannya

Siswa Smp Gagar Otak Karena Dikeroyok Temannya

Bulatin.com Fajar Wisnu Nugroho (15) pelajar kelas VII SMP Negeri 2 Sanden, Bantul jadi tujuan pengeroyokan beberapa rekannya sekolahnya. Karena pengeroyokan ini, Fajar alami tanda gegar otak serta mesti dirawat dengan intensif di RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Bapak Fajar, Iskandar (36), bercerita anaknya jadi tujuan pengeroyokan yang dikerjakan oleh beberapa temannya pada Rabu (21/2) yang kemarin. Pengeroyokan, kata Iskandar, berlangsung karena anaknya bersenggolan dengan temannya. Tidak terima bersenggolan, rekan itu lantas menghajar Fajar di ruangan kelas.
” Anak saya ditonjok. Selalu dikeroyok didalam kelas. Itu peristiwanya jam istirahat pertama. Peluang dilanjutkan jam istirahat ke dua. Bila dia narasi empat atau lima (pelakunya). Pelakunya beda kelas tapi keduanya sama kelas VII, ” tutur Iskandar waktu didapati di rumahnya di Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Senin (26/2).
Iskandar menjelaskan, selesai dikeroyok anaknya sempat juga diancam oleh beberapa pengeroyoknya. Bila mengadu ke guru atau orangtua, sambung Iskandar, Fajar akan dihajar lagi.
” Hingga rumah anak saya pusing-pusing, sakit tangannya itu. Bila luka yang diluar tak ada, tangan kiri sakit mungkin saja memar. Namun bila di luar tidak ada yang keluar darah. Kata dokter anak saya alami tanda gegar otak, ” urai Iskandar.
Terpisah Kepala SMP Negeri 2 Sanden Mujiyana membetulkan momen pengeroyokan yang dihadapi oleh salah seseorang muridnya. Pihak sekolah, sambung Mujiyana, telah memanggil beberapa siswa yang disangka terlibat pengeroyokan bersama wali muridnya ke sekolah.
” Pengakuannya yang (mengeroyok) lima anak, mungkin saja lebih ya. Lima anak itu tempatnya di polsek saat ini, (dijemput) dari jam 10. 00 WIB, yang satu (terduga pelaku) barusan tidak ada, takut, selalu dijemput. Kelak yang berikan sangsi kepolisian. Ini kan masalahnya hukum. (Sangsi dari sekolah) kelak, itu kan mediasi pada korban dengan pelaku, ” urai Mujiyana.
Sedang menurut Kanit Reskrim Polsek Sanden, Aiptu Purwanta masalah pengeroyokan pada Fajar telah dilaporkan ke Polsek Sanden pada Jumat (23/2) yang kemarin. Sekarang ini, pihak kepolisian masih lakukan pendalaman terhadap kasus ini.
” Kepolisian telah mengecek saksi-saksi Sesaat (terduga pelaku) masih sekolah, karena jangan pernah (peristiwa ini) menghambat dia belajar. Kelak diliat pasalnya. Kita saksikan ke mana arahnya kelak diversi atau bagaimana, ” tutup Purwanta.
Exit mobile version