by

Sosok Gus Dur Di Mata Orang Keturunan Tionghoa

Sosok Gus Dur Di Mata Orang Keturunan Tionghoa

Bulatin.com – Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mempunyai layanan besar di mata warga Tionghoa. Jasanya tidak terlupakan sesudah lakukan pencabutan ketentuan diskriminasi buat warga Tionghoa.

“Gus Dur salah satunya guru kita dalam berbangsa dan bernegara. Ditambah lagi beliau sudah ditakdirkan menjadi seorang Presiden,” kata tokoh Tionghoa, Bonsu Anton Triyono di Klenteng Eng An Kiong Jalan Re Martadinata Kota Malang, Rabu (30/1).

Gus Dur, kata Bonsu Anton, sudah mengaplikasikan skema demokrasi, memperjuangkan dan mengawasi hak asasi manusia. Kebijakannya meniadakan undang-undang dan ketentuan yang bau diskriminasi jadi pintu pergantian besar.

“Seseorang tidak dapat menjalankan demokrasi karena ada undang-undang atau ketentuan diskriminasi ini. Sesudah di hilangkan, kami sebagai warga negara yang beragama Kong Hu Cu dikasih hak sipil,” tuturnya.

“Jadi mengagumkan, ia jadi guru dalam berbangsa dan negara, sekaligus juga jadi presiden ke empat,” sambungnya.

Anton yang pun Humas Klenteng Eng Ang Kiong mengakui bangga dengan kearifan dan ketokohan Gus Dur. Sebab itu, semua anak bangsa ini semestinya selalu ikuti langkah dan sepak terjang yang telah dicontohkan oleh mantan Ketua PB Nahdlatul Ulama ( NU) itu.

“Gus Dur mempercayakan pada kita, jagalah, lestarikan kebiasaan budaya kumpul dari Sabang sampai Merauke. Mengagumkan ini. Hingga anak muda janganlah ribut saja, bekerjalah, melestarikan budaya, kultur dari Sabang sampai Merauke yaitu menggerakkan terwujudnya harapan bangsa Indonesia,” tuturnya.