by

Terjangkit DBD 4 Warga Bojonegoro Meninggal Dunia

Terjangkit DBD 4 Warga Bojonegoro Meninggal Dunia

Bulatin.com – 177 warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menanggung derita Demam Berdarah Dengue (DBD). Empat salah satunya wafat. Tempat empat korban pasien DBD yang wafat di Kecamatan Kasiman, Margomulyo, Tambakrejo dan Ngraho.

Tempat empat korban pasien DBD yang wafat, lanjut ia, di Kecamatan Kasiman, Margomulyo, Tambakrejo, dan Ngraho.
Kasi Penyakit Menyebar Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Wheny Dyah mengaku jumlahnya pasien DBD di daerahnya condong bertambah semenjak 2018 selalu bersambung masuk Januari, dikarenakan salah satunya faktornya dampak meningkatnya curah hujan.

“Di beberapa propinsi di Indonesia ada cenderung pasien DBD naik termasuk juga Jawa Timur. Sebab kenaikan pasien DBD di Bojonegoro pun cukuplah tinggi jadi antisipasinya dengan memberantas sarang nyamuk (aedes aegypti),” katanya pada wartawan, Rabu (30/1).

Untuk itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memberikan instruksi pada semua camat, kades dan kelurahan untuk lakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui aplikasi satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Di surat edaran tertanggal 28 Januari 2019 itu diinstruksikan pada camat, kades dan kelurahan untuk melaksanakan gerakan serentak satu rumah satu juru jumatik di lingkungan rumah, kantor, beberapa tempat umum, sekolah, dan pasar.

“Ada banyak diketemukan jentik nyamuk aedes aegypty di lingkungan rumah tangga, lembaga dan beberapa tempat umum,” tuturnya.

Menurutnya, pengasapan (fogging) menggunakan insektisida cuma dapat membunuh nyamuk dewasa saja dan bisa membahayakan keadaan kesehatan manusia. Oleh karenanya (pengasapan) tidak dikerjakan dengan teratur dan bukan taktik yang baik dalam mencegah DBD.