Site icon BULATIN

Ternyata Beberapa Fakta Kesehatan yang Sering Kita Percayai Adalah Palsu

Ternyata Beberapa Fakta Kesehatan yang Sering Kita Percayai Adalah Palsu

Bulatin.com – Semakin majunya dunia teknologi komunikasi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat. Mereka dengan mudah bisa mendapatkan informasi dengan cepat, melalui internet.

Namun gencarnya media sosial dan internet juga membuat banyak kabar palsu atau hoax beredar di masyarakat. Salah satunya adalah kabar atau informasi di bidang kesehatan yang masih saja dipercayai oleh masyarakat.

Dalam acara Ngopi bareng Mafindo Jakarta, ‘Membedah Hoax Kesehatan’ di Auditorium Museum Nasional Jakarta, Sabtu kemarin, 31 Maret 2018, dijelaskan ada beberapa berita hoax atau palsu yang masih diyakini oleh masyarakat. Apa saja itu? Berikut ini rangkumannya.

1. Monosodium Glutaman atau MSG bikin bodoh

Banyak kabar yang beredar di masyarakat bahwa mengonsumsi MSG membuat seseorang menjadi bodoh hingga bisa menyebabkan kematian. Dokter dari RS Siloam Purwakarta, dr. Vidoe Aseanto Tanessia menyebut bahwa kabar itu adalah hoax.

Dia menyebut hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi MSG bisa menyebabkan kebodohan atau kematian. Dia mengatakan, meski begitu setiap orang memiliki batasan atau dosis dalam mengonsumsi MSG.

“Jadi tidak boleh melebihi dosis 60 mg per kg berat badan. Misalnya, kita punya berat bada 60 kg, dosis maksimal mengonsumsi MSG adalah 3.600 mg. Satu mangkok bakso itu rata-rata menggunakan 0,5 mg MSG, sedangkan di masakan Chinesee Food minimal 2 gram dalam satu mangkok makanan,” tutur dia.

2. Menusuk pakai jarum sebagai langkah pertolongan pertama penderita stroke

Banyak yang menyebut bahwa menusukkan jarum ke beberapa tempat seperti ujung jari dan telinga sebagai langkah pertolongan pertama penderita stroke adalah hoax.

“Itu hoax, karena ketika seseorang mengalami stroke ada yang namanya golden periode, di mana selama enam jam dia harus dibawa ke rumah sakit untuk ditangani,” kata dia.

Aseanto menyebut, jika lebih dari enam jam penanganannya atau bisa dibilang terlambat penangannya akan membuat penderita stroke pelo atau sebagian wajah menurun hingga lumpuh.

“Makanya waktu terbaik, ya itu (golden period). Jika melihat ada stroke, bisa melakukan tindakan pertama dengan memindahkan dia jika dia ada di kamar mandi, dan menelpon rumah sakit untuk membawanya ke rumah sakit,” tuturnya.

3. Cokelat dan mi instan yang dikonsumsi berbarengan sebabkan kematian

Pada mi instan, kandungan yang paling bahaya adalah zat pengawet, yakni natrium sehingga terlalu sering mengonsumsi mi bisa merusak usus. Sementara cokelat kemasan punya kadar kolesterol dan lemak yang tinggi. Namun jika kedua makanan ini dikonsumsi bersamaan tidak akan menimbulkan efek keracunan atau kematian.

4. Minum air dingin setelah makan bisa picu kanker

Banyak orang percaya air dingin bisa mengumpalkan lemak dalam makanan yang dikonsumsi dan menumpuk di saluran pencernaan yang seiring waktu menyebabkan kanker saluran pencernaan. Tapi itu salah karena saat air dingin masuk ke dalam saluran pencernaan, tubuh secara otomatis akan meningkatkan suhu air untuk menyesuaikan dengan suhu tubuh normal.

5. Vaksin human papillomavirus (HPV) bikin menopouse lebih dini

Vaksi HPV punya cara kerja yang sama dengan jenis vaksin lainnya, yakni dengan merangsang pembentukan antibodi, sehingga tidak berkaitan dengan hormon atau menopouse. Vaksin ini justru bis meminimalisir risiko kanker serviks yang merupakan kanker pembunuh nomor dua perempuan Indonesia.

Exit mobile version