by

Jackie Chan Bikin Sayembara Rp2 Miliar Bagi Penemu Obat Virus Corona

Wabah virus corona yang terjadi sejak akhir tahun 2019 menjadi perhatian publik dunia. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk mencegah penularan virus corona ini.

Wabah virus ini juga menjadi perhatian dari aktor kenamaan asal Hong Kong, Jackie Chan. Aktor laga Jackie Chan bahkan menawarkan hadiah 1 juta yuan (S$ 197.000) atau setara Rp2 miliar untuk pengembangan penangkal virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China.

Dikabarkan bahwa film terbaru Jackie Chan berjudul Vanguard ditarik di China karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona di bioskop ketika menonton film ini. Dalam sebuah postingan di weibo pada 4 Februari lalu, Jackie Chan berharap dapat melakukan sesuatu untuk mengatasi epidemi ini, selain menawarkan lagu dan menghibur orang-orang yang terkena dampak wabah.

“Sains dan teknologi adalah kunci untuk mengatasi virus, dan saya percaya banyak orang memiliki pemikiran yang sama seperti saya dan berharap bahwa ada penangkal virus ini dapat dikembangkan sesegera mungkin,” tulis aktor 65 tahun itu.

“Saya punya ide ‘naif’ sekarang. Tidak peduli individu atau organisasi mana yang mengembangkan obat penangkal virus corona ini, saya akan mengucapkan terima kasih kepada mereka dengan 1 juta Yuan,” lanjut dia.

Dalam unggahannya itu, dia berharap niatnya itu tidak disalahpahami.

“Ini bukan tentang uang. Saya tidak ingin melihat jalanan yang dulu ramai sekarang kosong dan tidak ingin melihat rekan-rekan saya memerangi virus sampai beberapa dari mereka mati ketika mereka seharusnya menikmati hidup,” lanjut dia.

Unggahannya itu telah menerima lebih dari 53.000 like pada Rabu sore, dengan banyak netizen mendukung keputusannya dan memuji dia karena selalu melakukan sesuatu selama masa krisis di China.  Bahkan ada netizen yang menyarankan agar ia menaikkan hadiah menjadi 10 juta yuan.

Untuk diketahui, sejauh ini ada lebih dari 24.300 kasus yang dikonfirmasi di China daratan, dengan jumlah kematian meningkat menjadi hampir 500 orang.