by

Khofifah Sebut Jokowi Perlu Optimalkan Sosialisasi Di Jabar

Khofifah Sebut Jokowi Perlu Optimalkan Sosialisasi Di Jabar

Bulatin.com – Gubernur dipilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memandang kepopuleran pasangan capres serta wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin belumlah optimal di Jawa Barat. Tim pemenangan butuh kerja lebih keras kembali serta memetakan terinci beberapa calon pemilih dari beberapa kelompok.

“Over all (pada umumnya) di Jawa Barat memang tetap harus optimalkan kembali, semangat; banyak titik (yang perlu diperkuat, di antaranya): strata usia, kewilayahan,” tuturnya selesai menghadiri pertemuan pers dukungan Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat di Bandung pada Selasa malam, 6 November 2018.

Berdasar pada hasil penelitian beberapa instansi survey, kata Khofifah, menunjukkan jika tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf harus mengoptimalkan publikasi pada kalangan-kalangan spesifik.

Jawa Barat memang menjadi propinsi basis Partai Keadilan Sejahtera yang condong memberi dukungan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Akan tetapi Khofifah menampik memberi komentar fakta itu, tetapi memperingatkan jika kapasitas tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf harus dimaksimalkan.

Menurut dia, hasil survey tunjukkan Jawa Barat yang masuk bagian dari sembilan propinsi strategis pemenangan Jokowi-Ma’ruf mempunyai pekerjaan rumah yang perlu menyertakan semua pihak, dengan struktural ataupun kultural.

Bekas Menteri Sosial itu mengakui telah berkonsultasi dengan beberapa instansi survey yang meriset peta suport di sembilan propinsi penting. Dijumpai data jika pemilih muslim sampai 87,5 persen serta kelompok milenial atau pemilih muda 52 persen.

“Kami telah memperoleh persentasi detil. Saya telah ajak beberapa tim pokok untuk dengarkan hasil survey serta pasti yang saya bertanya spesifik, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, kemudian Sulawesi Selatan. Pasti akhirnya untuk tidak di-share ke rekan-rekan,” katanya.

Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) mengaku dapat bersumbangsih 70 persen nada untuk Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat. Jaringan organisasi Islam di Jawa Barat yang mengakar sampai perdesaan menjadi modal untuk pastikan suport buat Jokowi.

“Kita telah miliki jaringan organisasi dari propinsi, dikembangkan ke kabupaten/kota, kemudian di kecamatan sampai kelurahan, sampai titik RT/RW; dari sana modalnya,” kata Ketua JKSN Jawa Barat Ella M Komala dalam peluang yang sama.

Khofifah Anggap Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat Belum Optimal

Tidak hanya manfaatkan ormas-ormas Islam, Ella ikut mengoptimalkan peranan ibu-ibu yang terhimpun dalam majelis taklim di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ia mengaku, lebih 20 ribu majelis taklim siap diarahkan untuk Jokowi-Ma’ruf.

JKSN, kata Ella, akan tidak terlalu fokus pada kelompok pesantren. Karena kelompok itu, yang berafiliasi pada Nahdlatul Ulama, dipastikan memberi dukungan Jokowi-Ma’ruf.

“Kebanyakan pesantren-pesantren itu, kan, nahdliyin (masyarakat NU), automatis jika nahdliyin telah miliki perasaan tanggung jawab dengan pribadinya semasing, tidak hanya tanggung jawab jam’iyah mesti memenangi Jokowi-Ma’ruf Amin,” tuturnya.

Ella tidak cemas dengan pasangan Prabowo-Sandi yang mengangkat jargon emak-emak. “Kita ikut emak-emak, ustazah-ustazah, yang insya Allah power-nya lebih. Intinya begitu berkualitas dalam hati, perasaan tanggung jawabnya besar, terpenting bapaknya NU,” katanya.