oleh

Ozil Dinilai Memalukan Masih Bersama dengan Arsenal

Ozil Dinilai Memalukan Masih Bersama dengan Arsenal

Bulatin.com – Mesut Ozil dinilai memalukan masih berseragam Arsenal usai klub kontestan Liga Europa itu kalah 1-0 lawan BATE Borisov. Kecaman tersebut paling tidak dikatakan oleh sosok figur sepak bola, Martin Keown.

Martin Keown langsung mengecam kondisi Mesut Ozil yang dinilai memalukan di Arsenal sesudah pemain Jerman tersebut melewatkan pertandingan ke-100 di klub. Ozil sudah menderita penyakit dan cedera musim ini tetapi pun ditinggalkan oleh Unai Emery karena dalil taktis.

Bos The Gunners memilih guna tidak menyinggung nama gelandang tersebut dalam skuad perjalanannya yang mengarah ke Belarusia guna pertandingan leg kesatu babak 32 besar Liga Eropa Arsenal lawan BATE Borisov.

Kalah telak, Keown sudah memberi label situasi, yang tampaknya tidak mempunyai resolusi yang jelas, “memalukan”. Ia mohon tim dan pemain memperjelas sikap mereka.

“Apakah dia memang benar cedera, apakah dia memang benar sakit? Salah satu urusan sebagai pemain Anda mesti terdapat untuk seleksi dan Anda hendak memberikan konsistensi,” kata Keown di BT Sport.

“Dan dia belum dapat memberikan di antara dari itu, jadi dia mesti bekerja guna kembali ke tim. Itulah yang diminta manajer dan itulah yang mesti dia lakukan. Tapi kini ini benar-benar memalukan dalam kondisi Ozil, pasti saja tidak terdapat Ramsey dan Ramsey tidak menjadi unsur dari masa mendatang yang susah diambil.”

“Kami tidak tahu apakah ia benar-benar terluka atau tidak sama sekali. Melewatkan jumlah pertandingan tersebut sangat luar biasa, bukan? 100 pertandingan dalam periode itu. Saya bakal mengatakan tersebut pasti dipertanyakan. Kami tidak tahu, melulu pemain yang tahu.”

“Saya pikir manajer pada dasarnya menuliskan ‘Lihat, kita tidak dapat hanya hadir dan berlatih saat Anda mau, saat Anda menyukainya. Saya tidak akan membawa Anda dalam perjalanan ini sebab Anda belum lumayan terlatih’. Dan tersebut benar dan tepat.”

“Namun saya masih merasa bahwa dia mempunyai sesuatu guna ditawarkan ke klub. Pemain tersebut sendiri yang mesti bertanya pada dirinya sendiri, ‘Apa sih yang sebenarnya hendak dia lakukan? Di mana dia sebenarnya hendak bermain sepak bola?’ Jika dia bakal pergi ke lokasi lain gajinya paling besar sampai-sampai Arsenal mesti berkontribusi terhadap gajinya dan rasanya laksana keputusan yang diciptakan 12 bulan kemudian terbukti menjadi keputusan yang salah.”