by

Tim Pasangan Prabowo-Sandi Kritik Dana Untuk Pertemuaan IMF

Tim Pasangan Prabowo-Sandi Kritik Dana Untuk Pertemuaan IMF

Bulatin.com Tim pasangan Prabowo-Sandi mengkritik penyelenggaran pertemuan tahunan IMF di Bali yang sekarang ini tengah berjalan. Salah satunya perihal penting yang menjadi sorotan tim ini ialah besarnya biaya yang disediakan pemerintah menjadi tuan-rumah penyelenggaraan aktivitas ini.

“Saya barusan telepon ke satu korban di Lombok namanya Ibu Amnah usianya 41 tahun. Ia miliki tiga putri serta ia suaminya seseorang buruh tani. Pendapatannya setiap tiga bulan sekali serta ia mengemukakan jika saat saya bertanya ‘Bu ingin apakah? Ingin rumah’. Jadi saya mengemukakan berarti ada satu persoalan juga pada momen sekarang ini saat di lain sisi penduduk Lombok itu memerlukan beberapa hal. Di lain sisi ikut kita ada momen annual meeting,” tuturnya di media center pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Menurut dia penyelenggaraan acara dengan cost fenomenal mesti dilihat kembali bagaimana supaya tidak muncul kesenjangan. Di dalam keadaan Indonesia yang dirundung musibah di daerah, butuh dibangun empati.

“Kita perlu lihat agar tidak ada kesenjangan ya. Berarti kan kita berikan the most essential quality of leadership is we have the power of emphaty. Jadi kita butuh berempati ikut pada saudara saudara kita di Palu, di Lombok,” katanya.

Dokter muda ini menyampaikan sekarang ini di Lombok ada juga 300 orang diserang malaria. Sekitar 486 sekolah rusak. Masalah itu perlu perlakuan cepat serta biaya.

“Hingga itu menunjukkan satu pesan ikut jika janganlah ada kesenjangan biaya. Bagaimana saat memperlakukan tamu kita dengan begitu mulia, kita harus juga ikut memberikan perhatian yang sama besar dengan saudara-saudara kita di Lombok serta di Palu,” tuturnya.

“Jadi point yang ingin kami berikan, pertama kita perlu untuk mengirit pembiayaan. Ke-2 kita kurangi kemewahan meskipun sebagai contohnya barusan ada biaya seputar Rp 90 miliar untuk suvenir, lantas Rp 57 miliar untuk hiburan serta itu dicover oleh penduduk sendiri. Tetapi di lain sisi kan kita ikut tengah berduka hingga kita ikut butuh memperhitungkan bagaimana penduduk di Lombok itu memperoleh keperluan dasar mereka dengan begitu baik,” sambungnya.