by

Wakaresaseya, Jasa Penghancur Hubungan di Jepang Dengan Tarif sampai Rp 2 Milyar

Ada saja keunikan yang bisa ditemukan di Jepang. Tak hanya terdapat bisnis ‘persewaan’ teman bahkan suami atau istri palsu, beberapa orang di Negeri Sakura ini ternyata rela jadi perusak hubungan asmara untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Dilansir dari Oddity Central, agen profesional yang ahli dalam menghancurkan hubungan, baik itu pernikahan atau perselingkuhan, disebut Wakaresaseya yang artinya ‘pemecah-belah’. Setelah menyetujui kontrak, bisnis tanpa izin ini akan bekerja keras mencapai tujuan mereka. Siasatnya pun bermacam-macam, mulai dari penjebakan, mempersulit keuangan, hingga kebohongan.

Meski dipandang tak bermoral, mereka sebenarnya sudah eksis beberapa dekade lamanya. Bahkan, kini layanan mereka semakin populer.

Jasa Wakaresaseya sering diiklankan secara daring. Mereka juga meladeni orang yang sudah menikah yang ingin bercerai dan orang-orang yang tahu perselingkuhan pasangannya. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari beberapa ratus dolar untuk kasus sederhana hingga lebih dari USD 150 ribu (Rp2,2 miliar) untuk kasus tingkat tinggi.

Tak sedikit agen Wakaresaseya mengklaim tingkat kesuksesan mereka mencapai 95 persen. Kegigihan mereka konon sangat legendaris. Mereka mengikuti target, mempelajari rutinitas hariannya agar peluang keberhasilannya makin tinggi, bahkan melakukan apapun untuk menuntaskan misi mereka.

Meski sering dianggap tak bermoral, agen Wakaresaseya mengklaim mereka tak pernah mengambil kasus tanpa wawancara menyeluruh dengan klien dan mencari tahu motif mereka. Mereka menanyakan alasan mengapa ingin mengakhiri pernikahan, sudah berapa lama mengetahui perselingkuhan pasangan, hingga mengapa mereka terlibat perselingkuhan. Wakaresaseya bahkan mewawancarai tetangga klien untuk memeriksa seberapa serius kasusnya sebelum menghancurkan kehidupan dan hubungan itu.

Begitu kasus diterima, agen Wakaresaseya akan mendekati targetnya di tempat umum. Yang mereka butuhkan hanyalah momen kelemahan yang bahkan tak ditangkap CCTV.

Jika rayuan gagal, mereka menyiapkan strategi lain. Target dapat dibujuk ikut kesepakatan bisnis palsu, dibebani utang finansial, bahkan didatangi mafia palsu terkait utang tersebut. Mengancam akan menghabisi karier target juga kerap berhasil.

Saat klien ingin perselingkuhan suaminya berakhir, agen Wakaresaseya menargetkan wanita selingkuhan itu. Mereka terkadang menyamar jadi pengusaha kaya dan sukses untuk merebut si selingkuhan dari pasangan klien. Terkadang agen wanita akan berteman dengan si selingkuhan itu, mencari tahu tipe pria idealnya, dan mengenalkannya pada calon yang cocok. Akhirnya, si selingkuhan itu mencampakkan sendiri pasangan klien.

Bahkan, Wakaresaseya juga menawarkan ‘pascalayanan’ untuk memastikan klien tak datang lagi. Layanan ini termasuk konseling bagaimana tampil lebih menarik untuk pasangan, bagaimana bersikap pada pasangan, atau yang lebih licik lagi, menyebarkan gosip di lingkungannya bahwa para tetangga menganggap sang istri itu menarik. Mendengar itu, sang suami pun akan kembali tertarik pada istrinya.

Bisnis ini sempat meredup satu dekade lalu. Namun, setelah ada sebuah kasus yang berakhir dengan pembunuhan, Wakaresaseya kembali naik daun. Ratusan agen pun mulai berani mengiklankan jasa mereka secara daring.