by

Banjir Bandang Di Banyuwangi Rusak Ratusan Rumah Warga

Banjir Bandang Di Banyuwangi Rusak Ratusan Rumah Warga

Bulatin.com –¬†Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diterjang banjir bandang sejak Jumat (22/6) mengakibatkan 415 tempat tinggal warga rusak. Hal semacam itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Fajar Suasana.

” Kami mendata tempat tinggal yang mengalami kerusakan disebabkan banjir bandang di empat dusun Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh sejumlah 415 rumah dan 23 rumah di antaranya rusak parah, ” kata Fajar di Banyuwangi, Sabtu (23/6).

Menurut dia kerusakan yang dialami beberapa rumah tersebut beragam, mulai rusaknya mudah hingga berat dan kategori rumah rusak berat yaitu ambruk, jebol, dan roboh tercatat sejumlah 23 rumah.

” Sebanyak 118 rumah rusak sedang dengan kerusakan lumpur masuk rumah warga dengan ketinggian 20-100 cm, sedangkan sisanya sejumlah 274 rumah mengalami rusak ringan. Itu update data terakhir kami, ” tambahnya.

Ia menjelaskan data tersebut didapat dari pendataan langsung tim BPBD ke rumah warga, sehingga tidak cuma berdasar laporan semata, tetapi tim BPBD turun mendata satu-satu untuk lihat kerusakannya dan juga didokumentasikan.

” Sehari tadi tim BPBD konsentrasi pada pembersihan jalan utama Gambor yang disebut jalur alternatif Banyuwangi- Jember, bahkan ada 12 dump truck dan empat excavator (alat berat) dikerahkan untuk mengambil material dan sedimen yang tersisa, ” jelasnya.

Meskipun jalannya telah dibersihkan, lanjut dia jalan alternatif Banyuwangi-Jember itu sementara masih tertutup untuk umum karena digunakan dulu untuk jalur operasional alat berat dan dump truck yang membersihkan sisa material banjir bandang.

Tim BPBD Banyuwangi juga dibantu personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batu, Jember, dan Pemprov Jawa timur yang totalnya mencapai 35 orang karena mereka sudah mahir dalam lakukan beberapa upaya evakuasi.

” Tidak hanya pembersihan jalan, BPBD selama dua hari ini juga prioritas membersihkan fasilitas umum, seperti masjid, agar segera digunakan kembali oleh masyarakat, ” tuturnya.

Kemudian, baru konsentrasi membersihkan beberapa rumah warga dan itu yang agak memakan waktu karena mesti dikerjakan secara manual, sehingga pada tahap itu tidak hanya butuh tenaga, akan tetapi juga butuh alat pendukung seperti sekop, linggis, cangkul, alat pengangkut material.

” Kami berharap supaya relawan yang datang juga membawa perlengkapan. Relawan yang datang diharap membawa alat-alat kerja dan yang tidak membawa, mohon membantu hal lain saja, agar kerja penanganan lebih efektif, ” katanya.