by

Inilah Kegunaan Tas Sembako dari Presiden Indonesia

Inilah Kegunaan Tas Sembako dari Presiden Indonesia

Bulatin.com – Lelang pengadaan tas sembako pertolongan presiden sebesar Rp3 miliar ramai dibicarakan karna jumlahnya yang besar serta saatnya mendekati pemilihan presiden.

Presiden Jokowi sesungguhnya seringkali membagikan barang seperti buku, sepeda atau sembako waktu bertandang ke daerah. Serta umumnya sedikit yang berkomentar negatif.

Hingga beberapa waktu terakhir saat keluar pengumuman.

Tas sembako itu dibanderol seharga Rp30. 000 per buah, walau sebenarnya presiden mungkin memakai tas kresek dengan harga 100 kali lebih murah. Nilai dari sembako – isi tasnya – yang juga akan diberikan tidak di ketahui.

Tetapi yang pasti, menurut juru bicara presiden Johan Budi, biaya tas sembako itu wajar serta uangnya datang dari dana operasional presiden.

” Pos biaya ini mulai sejak dahulu ada, pemerintah yang sebelumnya terlebih dulu juga ada juga, ” kata Johan Budi, Selasa (24/04) pada BBC Indonesia.

Hal itupun disadari oleh Yenny Sucipto, Sekjen Komunitas Indonesia Untuk Transparansi Biaya (FITRA). Tetapi, Yenny menyayangkan pemilihan prioritas atas berbelanja tas itu.

” Ini kan bicara mengenai pemilihan prioritas, mana yang butuh dibantu oleh presiden. Tas ini dapat tidak lalu menolong orang-orang untuk kurangi beban yang ada, ” tutur Yenny.

” Bila tas ini kan orang pastinya akan berfikir ini mendekati pemilu. ”

Atas argumen itu juga waktu kunjungan kerja ke daerah untuk hindari asumsi kalau pembagian sembako adalah usaha kampanye mendekati pemilihan presiden.

Tetapi pihak istana menyatakan pembagian sembako telah dikerjakan mulai sejak awal Presiden Jokowi menjabat.

Bagaimanapun, pembagian sembako atau pertolongan yang didapatkan segera yang lain, kata pakar kebijakan umum dari Kampus Indonesia Roy Valiant Salomo, susah diukur faedahnya.

” Anak yang bisa sepeda kan jadi dapat naik sepeda, ” jawab Roy sembari tertawa waktu di tanyakan tentang faedah dari pertolongan presiden.

” Tapi kan bila faedah itu tidak dapat diliat dengan perorangan. Pemerintah kan ada program. Programnya kelak diimplementasikan dalam aktivitas, aktivitasnya dianggarkan, kelak apakah biaya yang telah di keluarkan menjangkau tujuan kemampuannya atau tidak, ” imbuhnya.

” Saya saksikan ini jadi tidak dapat diukur dengan baik karna memanglah pos (sembako) itu tidak ditujukan untuk umpamanya pengetasan kemiskinan. ”

Dana operasional presiden dalam satu tahun sebesar Rp24 miliar. Terkecuali untuk lelang tas, pertolongan sembako, pertolongan buku serta sepeda, dana itu juga dipakai untuk menyumbang rumah beribadah serta pertolongan perawatan Novel Baswedan, penyidik KPK yang alami serangan air keras.