oleh

Kisah Dibalik Ditetapkannya Hari Ini Sebagai Black Friday

Kisah Dibalik Ditetapkannya Hari Ini Sebagai Black Friday

Bulatin.com – Hari ini Jumat tepat tanggal 13 (Friday The 13th) atau disebut dengan istilah Black Friday. Sebagian orang Barat percaya bahwa hari Jumat tanggal 13 adalah hari sial, sehingga banyak yang menghindari menggelar acara penting pada hari dan tanggal tersebut.

Bahkan sekitar 49 juta orang di Inggris takut pada hari Jumat tanggal 13. Sekali lagi, itu karena terikat oleh keyakinan bahwa hal-hal buruk akan terjadi pada hari dan tanggal ini.

Salah satu kejadian buruk yang terjadi pada hari dan tanggal itu adalah kematian rapper Amerika Tupac Shakur pada hari Jumat tanggal 13 tahun 1996. Sementara ketakutan atau fobia pada hari Jumat tanggal 13 disebut paraskevidekatriaph.

Tapi bagaimana mulanya ketakutan pada hari Jumat tanggal 13?

Dikutip dari Mirror, ada sejumlah teori tentang asal-usul hari Jumat tanggal 13 dan hubungannya dengan kesialan. Satu teori adalah bahwa takhayul berasal dari masa Kekristenan awal, di mana Yesus Kristus disalib pada hari Jumat dan Yudas Iskariot yang menjadi tamu ke-13 pada Perjamuan Terakhir, merupakan pengkhianat Yesus.

Sementara lainnya, terkait nasib buruk yang dialami ratusan Ksatria Templar yang ditangkap atas perintah Raja Philip IV dari Prancis pada tanggal 13 di hari Jumat tahun 1307. Mereka kemudian disiksa dan dibakar hidup-hidup.

Dalam mitologi Nordik, Frigga, dewi yang berjiwa bebas, dewi kasih sayang dan kesuburan dituduh sebagai penyihir dan dibuang ketika suku-suku Nordik menjadi Kristen. Legenda mengatakan bahwa setiap hari Jumat, dewi itu berkumpul dengan 11 penyihir lainnya dan setan (totalnya ada 13) untuk melakukan perbuatan jahat di minggu berikutnya. Selama berabad-abad di Skandinavia, Jumat tanggal 13 dikenal sebagai Witches’ Sabbath.

Takhayul itu juga berasal dari hal-hal negatif terkait dengan angka 13. Kisah lain dari mitologi Nordik juga menceritakan sebuah pesta makan malam yang pernah kacau karena Dewa Loki. Loki yang merupakan dewa ke-13 itu dikenal sebagai dewa perusak dan membawa kematian.

Salah satu referensi tertua ada dalam sejarah Babilonia kuno (1700 SM). Kode Hammurabi atau The Code of Hammurabi, berisi hukum dan diberi nomor, namun tidak ada nomor 13, dari nomor 12 langsung ke 14. Sebuah puisi epik kuno menyebutkan bahwa 13 sebagai angka yang tidak beruntung dan pada baris ketiga belas berisi nama Dewa Kematian.

Angka 13 selalu dilihat sebagai keanehan, sementara 12 dilihat sebagai angka yang menunjukkan kelengkapan. Ada 12 Dewa Olympus dalam mitologi Yunani dan 12 angka pada jam. Selain itu, ada 12 bulan dalam satu tahun dan 12 zodiac, serta 12 murid Yesus.

Dan Jumat juga diasosiasikan dengan nasib buruk. Misalnya di Wales ada keyakinan bahwa Jumat adalah hari sial, di mana para penambang menolak untuk memulai kerja pada akhir pekan. Sementara ketakutan pada tanggal 13 terus berlanjut hingga zaman modern. Beberapa hotel dan gedung menolak untuk memiliki lantai 13. Beberapa pesawat juga tidak memiliki kursi nomor 13.