by

Pemilik Chelsea Roman Abramovich Percayakan Status Kepemilikan Skuadnya kepada Yayasan Amal Klub

Perselisihan antara Rusia dan Ukraina berimbas pada pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Alhasil, pengusaha kaya tersebut mempercayakan status kepemilikannya kepada yayasan amal klub.

Abramovich diketahui punya hubungan dengan pemerintahan Rusia, khususnya Vladimir Putin selaku presiden. Tidak heran kalau semua kritikan tertuju ke arah pria berumur 55 tahun itu. Ia pun harus melepas status pemilik di Chelsea.

Keputusan itu diumumkan pada Sabtu (26/2/2022) kemarin. Status kepemilikan klub sendiri diserahkan kepada yayasan amal klub. “Saya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub.”

“Itulah sebabnya saya hari ini memberikan amanat kepada yayasan amal Chelsea untuk mengurus dan merawat Chelsea FC. Saya percaya bahwa saat ini mereka ada dalam posisi terbaik untuk menjaga kepentingan klub, pemain, staf dan penggemar,” begitu penggalan pernyataan Abramovich.

Lantas, siapa saja yang mengendalikan yayasan amal Chelsea saat ini? Diketahui ada enam sosok penting, salah satunya bernama Bruce Buck.

Penggemar Chelsea mungkin sudah tidak asing dengan Buck. sebab, pria berdarah Amerika Serikat tersebut sudah menjadi bagian Chelsea sejak Maret 2003. Ia ditunjuk sebagai pimpinan yayasan pada Juni 2011 lalu.

Berikutnya ada Emma Hayes. Ia merupakan mantan manajer tim wanita yang memenangkan totalh tujuh gelar dari dua kompetisi berbeda. Hayes resmi menjadi salah satu bagian dari yayasan pada November 2017.

Sir Hugh Robertson juga masuk ke dalam daftar sosok penting di tubuh yayasan amal Chelsea. Namun berbeda dengan dua orang sebelumnya, Robertson dulunya dikenal sebagai politisi dari Partai Konservatif.

Ia pernah menjabat beberapa posisi penting di pemerintahan, termasuk Menteri Olahraga dari tahun 2010 hingga 2013. Saat ini, Robertson juga menjabat sebagai wakil ketua Asosiasi Olimpiade Inggris.

Nama berikutnya adalah Piara Powar, yang sudah menjadi bagian dari yayasan amal Chelsea sejak Juni 2011. Powar juga dikenal sebagai direktur eksekutif jejaring Football Against Racism in Europe (FARE) dan pernah menjadi CEO Kick it Out.

John Devine juga bukan orang yang terlibat langsung dengan manajemen Chelsea. Di situs resmi klub, ia disebut sebagai ‘partner’ dan merupakan Kepala Tim Olahraga di firma hukum bernama Muckle LLP.

Urusan Devine tidak hanya terbatas pada bidang sepak bola saja. Ia menjangkau banyak cabang olahraga termasuk rugby, kriket, basket, hoki es dan tinju. Dan terakhir ada Paul Ramos, yang cuma dijelaskan sebagai direktur keuangan Chelsea.