by

Pertamina Ambil Alih Blok East Kalimantan dan Attakaa

Pertamina Ambil Alih Blok East Kalimantan dan Attakaa

Bulatin.com Sekitar 727 pekerja Chevron Indonesia Company (CICo) di Blok East Kalimantan serta Attaka sah masuk ke PT Pertamina mulai ini hari, Kamis 25 Oktober 2018. Para pekerjaChevron resmi menjadi milik Pertamina yang akan mengurus blok migas itu selama 20 tahun yang akan datang.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia, Albert Simanjuntak menjelaskan, proses perubahan alih kelola blok ini telah dilakukan lama, termasuk juga pengalihan pekerja. Karena, karyawan ialah konsentrasi penting dalam prosesi alih kelola blok di terlepas pantai (offshore) itu.

Albert juga mengemukakan terima kasih yang sebesar-besarnya pada pihak Pertamina yang sudah bekerja bersama dengan baik.

“Karyawan Chevron saat ini kembali serta besok masuk menjadi karyawan Pertamina. Keliatannya simpel tetapi ini (proses) mengagumkan,” kata Albert di di Pasir Ridge Office Chevron Balikpapan, Kamis 25 Oktober 2018.

Ia meneruskan, proses peralihan karyawan ini telah menjadi keharusan dari pihaknya. Tidak cuma itu, hak karyawan seperti hak pensiun telah dipertimbangkan dengan baik.

Memang, tidak semua karyawan Chevron di Blok itu geser ke Pertamina karena ada banyak karyawan yang telah masuk waktu pensiun.

“Hak pensiunnya, dikelola oleh dana pensiun di bawah BUMN, semua karyawan kami yakinkan mendapatkan hak-haknya,” katanya.

Semua bekas karyawan yang masih tetap kerja akan sah menjadi cucu usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) yang menjadi mempunyai hak kelola 100 % di blok East Kalimantan-Attaka.

Proses alih karyawan itu dilakukan dengan simbolis dalam acara seremoni alih kelola Blok East Kalimantan serta Attaka itu. Diluar itu, teleconference dengan pekerja ikut dilakukan di semua unit operasi di Blok itu.

Selain itu, Direktur Penting PT Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso mengharap semua pekerja dapat mengoptimalkan lapangan supaya dapat temukan cadangan baru. Dia optimistis di harga minyak yang sekarang ini naik, eksplorasi migas makin bergeliat.

“Insya Allah di harga naik ini nafas dari eksplorasi dapat lebih baik kembali,” lebih Bambang.