oleh

Pelaku Penembakan Orang Utan Yang Diberondong Peluru

Pelaku Penembakan Orang Utan Yang Diberondong Peluru

Bulatin.com – Empat senapan angin jadi bukti kesadisan satu keluarga membunuh orangutan berumur 5-7 tahun. Orangutan jantan itu tewas mengenaskan dengan 130 peluru bersarang di badannya.
Lima orang jadi tersangka yaitu Nasir (54), Rustan (37), Muis (36), Andi (37) serta He (13) ditangkap Kamis (15/2). Nasir yaitu ayah Rustan, He cucunya. Andi menantu Nasir, sedang Muis adalah tetangga.
Beberapa petani ini bertindak kejam karna berasumsi orangutan jadi hama karena sudah mengganggu kebun yang ditumbuhi nanas, sawit serta tanaman kayu gaharu. Padahal ruang yang dimili ada di ruang di Taman Nasional Kutai (TNK).
” Mengapa beberapa terduga aktor ini mesti menembak? Alasan awalannya karna orangutan mengganggu tanaman mereka, ” tutur Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan, Sabtu (17/2).
Penyidik mengurai peranan semasing pelaku. Muis yaitu yang pertama kali lihat orangutan di kebunnya, Sabtu (3/2) pagi, sekitaran jam 06. 00 Wita. Sembari membawa senapan angin, dia lihat orangutan bergelantungan diatas pohon. Muis yang pertama kalinya menembak.
Orangutan bergelagat melawan. Muis juga meminta bantuan Nasir yang lalu datang dengan cucunya, He dengan membawa 3 pucuk senapan angin. Lantas Muis serta Nasir mengejar sampai orangutan tertekan di danau kecil sekitaran kebun.
” Mereka menghalau dari tepi danau, serta lalu melakukan penembakan, ” kata Teddy.
Terakhir, He juga turut membantu Muis serta Nasir mengusir orangutan dengan menembak memakai senapan angin. Andi lalu datang turut menembaki. Setelah itu, Rustam membantu menembaki punya empat orang sebelumnya.
” Penembakan Orangutan itu usai sekitaran jam 11. Dikarenakan sekian banyak, mereka tidak dapat lagi kalkulasi jumlahnya, ” jelas Teddy.
Empat tersangka saat ini meringkuk di penjara Polres Kutai Timur. Mereka dijerat pasal 21 ayat 2 serta pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam serta Ekosistemnya.
” Untuk tersangka He tidak kita tahan karna anak dibawah umur, ” katanya.
Seperti di ketahui, orangutan diketemukan warga tertekan serta tampak merintih kesakitan di areal Taman Nasional Kutai (TNK) lokasi Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (3/2). Selesai dievakuasi, keadaannya memburuk serta mati, Selasa (6/2) dalam perawatan di tempat aman, di kantor Balai TNK.
Hasil autopsi, ditemukan tidak kurang 130 peluru senapan angin, 19 luka menganga, 2 mata buta karna peluru yang bersarang dan telapak kaki kiri hilang disangka akibat sabetan senjata tajam.