oleh

Pembangunan Homestay Guna Meningkatkan Wisata

Pembangunan Homestay Guna Meningkatkan Wisata

Bulatin.com – Masyarakat di pedesaan didorong membina dan mengembangkan homestay sebagai atraksi wisata baru. Diharapkan, dengan adanya daya dukung itu perekonomian masyarakat dapat tumbuh.
“Ini lebih ke community base tourism. Menggerakkan komunitas,meningkatkan perekonomian rakyat dengan teknik menggerakkan desa. Melalui apa? Ya elalui homestay,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar, Anneke Prasyanti, untuk wartawan seusai melangsungkan Bimbingan Teknis Pengelolaan Amenitas Homestay Joglosemar di Hotel Chanti, Semarang, Kamis (1/2).
Anneke menambahkan dengan adanya homestay, masyarakat desa bakal lebih berjuang menggali potensi wisata untuk unik wisatawan. Mereka pun akan berjuang membuat wisatawan itu kerasan tinggal di desanya guna menikmati sekian banyak  atraksi wisata yang ada.
“Jadi wisatawan tidak hanya datang saja terus pulang. Tapi, mereka akan berjuang untuk bermukim lebih lama di area itu. Kalau laksana itu, kegiatan masyarakat desa pun lebih banyak,” terangnya.
Saat ini di distrik DIY, Solo, Semarang ada selama 1000 desa yang mempunyai potensi wisata unggulan, baik dari sisi kuliner, alam, maupun budaya. Desa-desa berikut yang nantinya bakal didirikan penginapan-penginapan atau homestay.
“Untuk pemetaannya baru kami kerjakan bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat. Tahun ini kami menargetkan ada selama 3.500 unit kamar homestay yang dibenahi. Dari jumlah itu, selama 2,5 persen adalahkamar baru,” tutur Anneke.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Prambudi Traju Trisno, mengapresiasi rencana pemerintah dalam menggerakkan masyarakat di pedesaan membina homestay.
“Kalau kami inginnya homestay tersebut dibangun di daerah-daerah yang memiliki tidak sedikit desa wisata, laksana Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, dan Wonogiri. Dengan adanya homestay tersebut tentu wisatawan yang berangjangsana semakin banyak,” kata Prambudi.
Dikatakan dia, sampai tahun 2017 telah ada selama 820 homestay yang di bina di Jateng. Pada 2018 nanti, pihaknya menargetkan ada peningkatan sekitar 5 persen homestay dari jumlah yang ada ketika ini.