by

Buah Langka Ini Dibudidayakan Di Gunungkidul

Buah Langka Ini Dibudidayakan Di Gunungkidul

Bulatin.com – Siapa tahu gac? Gac alias Momordic cochonchinensis mempunyai warna oranye kemerahan dibagian luarnya dengan duri tumpul yang penuhi permukaan buah.
Waktu dibuka, sisi dalamnya serupa markisa tetapi berwarna merah darah. Buah ini di nikmati dengan cara seluruh isi di ambil, dimasukkan kedalam gelas lantas diaduk dengan sedikit air, lalu diminum.
Buah langka yang mempunyai julukan ‘fruit from heaven’ ini mulai diperkembang di Gunungkidul, Yogyakarta. Selama ini, buah ini cuma dikembangkan di Vietnam serta beberapa waktu terakhir di Thailand.
Budi Kuncoro, warga Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, yaitu salah satu orang yang mengembangkan gac. Pria yang keseharian bekerja jadi Tenaga Harian Terlepas (THL) Dinas Pertanian serta Pangan ini menanam pohon yang tumbuh merambat ini di Desa Siraman.
” Awalannya saya lihat buah ini di internet serta tertarik untuk membudidayakannya. Buah ini menurut riset mempunyai antioksidan puluhan kali dibanding buah beda. Bahkan kurangi sel kanker, jadi saya tertarik meningkatkan buah gac, ” tuturnya, Jumat (19/1/2017).
Budi menyebutkan, pengembangan buah gac banyak dilakukan di Vietnam lalu kemudian diperkembang di Thailand serta beberapa negara lainnya di Asia Tenggara.
Di Indonesia sendiri, lanjut Budi, sekarang ini baru nikmati hasil olahan berbentuk jus yang diedarkan lewat jaringan multi level marketing.
” Setengah liter jus setahu saya harganya Rp 150. 000 per setengah liternya, ” katanya.
Menurut Budi, tidak sangat susah mengembangkan buah yang belum di ketahui asal usulnya itu. Di kontur tanah tipis seperti di Gunungkidul, bibitnya dapat berkembang dengan baik. Tidak ada hama, cuma lalat buah musuh intinya.
Setiap saat menanam, mesti ditanam empat hingga lima pohon lantaran untuk memperoleh buah, bunga jantan serta betina mesti kawin dalam keadaan tepat.
” Bila cuma satu atau dua pohon kelak tidak mesti bareng tumbuhnya bunga. Saya peroleh bibit dari online, ” ucapnya.
Cara menanamnya, lanjut Budi, gampang sekali dengan memakai biji yang ditempatkan dalam wadah diisi air. Namun untuk mempercepat perkembangan mesti digosok atau dikerik terlebih dulu. Sebab, bila tidak digosok, kecambah baru dapat keluar 6 bulan lalu.
Bentuk pohonnya serupa pohon anggur serta berbuah sampai beberapa puluh butir. Tetapi, kini belum juga dipasarkan untuk umum.
” Ke depan selalu diperkembang. Saat ini memang belum juga banyak warga yang ketahui manfaat buah ini, ” ucap Budi.
Putra, salah satu warga yang pernah mencoba rasakan buah gac, mengakui baru pertama kali merasakannya.
” Rasanya hambar, sedikit ada rasa kecut. Infonya buah ini baik untuk kesehatan, ” tuturnya.