by

Pihak Militer Myanmar Mengaku Bunuh Warga Rohingya Tertuduh Teroris

Pihak Militer Myanmar Mengaku Bunuh Warga Rohingya Tertuduh Teroris

Bulatin.com – Militer Myanmar mengaku pasukannya serta masyarakat desa membunuh 10 orang etnis Rohingya yang mayatnya diketemukan di kuburan massal.

Ditulis dari The Guardian, Rabu (10/1/2017), pernyataan itu adalah pengakuan umum pertama dari angkatan darat atas operasi militer pada Rohingya pada Agustus 2017.

Pernyataan itu di sampaikan lewat halaman Facebook kepala komandan militer yang menyebutkan, pejuang Rohingya sudah mengancam masyarakat desa.

Militer Myanmar menyatakan, 10 orang etnis Rohingya yang ditemukan dalam kuburan massal jadi ” teroris Bengali “. Mayat mereka diketemukan pada Desember 2017 di satu pemakaman di Desa Din Din, Negara Bagian Rakhine.

” Memanglah benar masyarakat desa serta aparat keamanan mengaku membunuh 10 teroris Bengali, ” tulis pernyataan militer.

” Tentara juga akan bertanggung jawab atas aktor pembunuhan itu serta pasukan yang tidak mematuhi ketentuan. Insiden ini terjadi karna penduduk desa diancam serta diprovokasi para teroris, ” imbuhnya.

Kemelut sudah merebak selama beberapa dekade pada masyarakat desa serta etnis minoritas Rohingya. Ratusan orang etnis Rohingya terbunuh dalam dua serangan kekerasan di Rakhine pada 2012.

Sesudah bentrokan itu, beberapa orang Rohingya mulai membuat kelompok militan serta menewaskan sembilan petugas polisi perbatasan pada serangan di 2016.

Pada 25 Agustus 2017, Pasukan Penyelamatan Rohingya Arakan (ARSA) meluncurkan serangan yang lebih luas ke pos polisi serta militer Myanmar.

Pihak militer menyikapi serangan itu dengan satu operasi. PBB serta kelompok lain menuduh militer Myanmar sudah memperlancar kekejaman pada etnis Rohingya, termasuk juga pembunuhan, pemerkosaan, serta pembakaran rumah.

Lebih dari 650. 000 etnis Rohingya saat ini mengungsi ke Bangladesh.