oleh

Kasus Penyerangan Gereja Dinilai Hancurkan Negara

Kasus Penyerangan Gereja Dinilai Hancurkan Negara

Bulatin.com – Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Lokasi Timur DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengungkap kemarahannya serta mengutuk keras tindakan penyerangan di Gereja Santa Lidwina Sleman, Yogyakarta, pada Minggu (11/2) pagi. Dia meminta aparat penegak hukum mengolah pelaku penyerangan dengan hukuman berat supaya berlangsung efek jera, hingga insiden memalukan begini tidak terulang kembali.
” Aparat hukum mesti selekasnya memproses pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, serta beri ganjaran hukuman yang berat terhadapnya. Negara ini dapat hancur karena ulang beberapa orang begini, yang tidak pernah ingin menerima kenyataan kalau masyarakat Indonesia itu heterogen, plural. Indonesia itu warganya heterogen, bukanlah homogen. Indonesia kuat karna kenyataan heterogenitas yang ada, yang dianungi oleh Empat Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, ” ujar Mekeng, Senin (12/2).
Ketua Komisi XI DPR RI itu memberikan, masyarakat di lokasi timur Indonesia terluka oleh insiden kekerasan seperti ini. Menurut dia, Golkar jadi sebagai partai nasionalis begitu menjunjung tinggi keanekaragaman masyarakat Indonesia, bakal memonitor kemampuan aparat penegak hukum lewat otoritas fraksinya di DPR.
” Partai Golkar bakal mengulas dengan mendalam masalah kekerasan bertendensi sektarianisme begini dengan Polri, ” tutur Mekeng berikan warning.
Menghadapi dampak negatif dari insiden Gereja Santa Lidwina Sleman, politisi mengimbau semua umat Kristiani khususnya di lokasi timur Indonesia untuk tetaplah tenang, serta mempercayakan perlakuan kasus ini pada aparat penegak hukum. ” Umat Kristiani mesti tetaplah tenang serta perlu selalu mengedepankan prinsip cinta kasih dan penghormatan pada supremasi hukum yang berlaku di negeri ini, ” tutur Mekeng.
Anggota DPR RI dari Dapil NTT-1 yang meliputi Kabupaten Sikka, Flores Timur, Lembata, serta Alor ini mengimbau semua warga bangsa untuk tetaplah menjaga rasa persatuan nasional. Bila diamati dengan mendalam, insiden seperti ini adalah modus teror psikologis untuk merongrong rasa persatuan.
Seperti dikabarkan sebelumnya, seseorang pria menyerang Gereja Santa Lidwina di Sleman. Karena serangan ini, seorang romo bernama Karl Edmund Prier jadi korban. Diluar itu ada tiga jemaat serta seorang polisi yang ikut jadi korban.