by

Ganjar dan Yasin Bakal Menghadiri Acara Puncak Harlah PPP

Ganjar dan Yasin Bakal Menghadiri Acara Puncak Harlah PPP

Bulatin.com – Pasangan Cagub dengan Cawagub Jateng, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, bakal ada dalam puncak hari lahir atau harlah Partai Persatuan Pembangunan di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 14 April 2018. Partai yang saat ini di pimpin oleh Mohammad Romahurmuziy itu telah mengemukakan undangan.

” Dengan pribadi bila puncak itu ada karenanya jadi undangan tapi bila Munas Alim Ulama belum juga bisa konfirmasi, ” kata Ketua Pelaksana Munas Alim Ulama PPP, Achmad Mustaqim, di Semarang, Jumat, 13 April 2018.

Tidak hanya Ganjar serta Yasin, Mustaqim mengemukakan Presiden Jokowi akan ada. Pada Sabtu itu, kata dia, Jokowi memanglah mempunyai beberapa agenda di kota Semarang.

” Beliau sendiri yang juga akan memberi pemaparan sesudah tausiah dari ketua MUI Bapak KH Maruf Amin, ” katanya.

Mustaqim menjelaskan Munas Alim Ulama PPP ke-2 di gelar dari Jumat-Sabtu, 13-14 April 2018. Topik intinya yaitu menegaskan peranan ulama didalam menegakkan NKRI. Beberapa peserta terbagi dalam semua deretan DPP partai, DPW Majelis Syariah semua Indonesia, Majelis Syariah DPC se-Jateng, pimpinan ponpes, serta beberapa tokoh ulama.

Dia mengemukakan Munas itu juga akan merespons beragam bebrapa gosip aktual di semua lokasi Indonesia seperti ekonomi, korupsi, kesejahteraan, serta bagaimana tingkatkan daya beli orang-orang dan problem pilkada dan pilpres.

” Kami harap peserta yang ada yang terbagi dalam majelis syariah serta tokoh ulama insya Allah berikan nuansa sejuk di dalam Pilkada Jateng. Yang kita ketahui politik tidak dapat dihindarkan, mesti ada tips yang sifatnya moral serta norma. Oleh karenanya, hadirnya Munas Ulama ke-2 ini dapat berikan tips menyambut pilpres, pileg, pilkada serentak 2018 hingga Indonesia tetaplah jadi NKRI yang damai, adil, sentosa, serta sejahtera orang-orangnya, ” papar Mustaqim.

Mustaqim meneruskan Munas itu juga akan di buka oleh Ketua Umum PPP Mohammad Romahurmuziy siang hari ini. Lalu Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair juga akan memberi tausiah, lantas ditutup KH Syukron Mamun.

Soal Cawapres

Mustaqim mengaku Munas Alim Ulama PPP itu akan mengulas sosok cawapres untuk Presiden Jokowi. Tetapi, pihaknya tidak dapat lakukan intervensi apa pun.

” Mungkin saja begitu mungkin saja umpamanya bicara pilpres seperti apa, pemimpin nasional yang dibutuhkan bila tanda-tanda presiden seperti apa, mungkin saja tanda-tanda cawapres seperti apa. Itu mungkin saja saja tapi pasti beberapa kiai itu yang juga akan mengambil keputusan, ” kata dia.

Mereka nanti juga akan memberi beberapa referensi baik pada PPP ataupun pemerintah. Anggota Komisi VIII DPR itu meyakinkan panitia tidak dapat mengarahkan beberapa kiai sebagai peserta Munas.

” Satu diantara keunikan kiai kesepuhan apa sekali lagi yang telah masuk kelompok majelis syariah mereka itu begitu berdiri sendiri serta begitu percaya dengan kepercayaan untuk mengemukakan, tidak ingin dipengaruhi. Mereka juga akan sama-sama bertabayun didalam satu komunitas, baru juga akan luluh dengan sendirinya untuk menjangkau perjanjian. Itu ciri khas kiai yang berada di dalam ulama-ulama kita, ” katanya.

Bahkan juga, komunitas itu juga akan tidak mengambil keputusan atau paling tidak mendorong Rommy jadi cawapres. Mustaqim menyatakan ulama tidak dapat didoktrin sepihak.

” Munas ini pertemuan beberapa majelis syariah yang salah satunya hasilkan fatwa, pastinya mungkin saja karna ada pilkada, pileg, pilpres. Di dalamnya juga akan dikerjakan kajian mendalam, apakah kepemimpinan nasional mesti bagaimana, pembangunan yang tengah jalan mesti berlanjut. Apa wakil presiden mesti berkriteria spesifik. Itu kajian sendiri, ” tuturnya.

Mustaqim mengakui belum juga dapat memperkirakan karna beberapa peserta yaitu beberapa orang yang begitu berdiri sendiri. Tapi dia meyakinkan hasil Munas itu dapat berikan tips yang lengkap dalam lihat setahun ke depan dari pilkada, pileg, serta pilpres.

” Jadi minta maaf (masalah peluang mengambil keputusan Rommy jadi cawapres) kami tidak dapat jawab karenanya independensi alim ulama serta fakih di bagian semasing, ” katanya.